foto : berani.id

MAGELANG, Jowonews.com – Ruwat-Rawat Borobudur digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengembangan nilai budaya lokal masyarakat kawasan Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

“Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk melindungi, mempertahankan, mengembangkan dan memanfaatkan nilai sejarah dan nilai budaya lokal,” kata Penanggung Jawab Panitia 14 Tahun Ruwat-Rawat Borobudur Sucoro di Borobudur, Sabtu (15/4).

Agenda seni, tradisi dan budaya tersebut bakal diselenggarakan mulai 18 April hingga 21 Mei 2017 di Kompleks Candi Borobudur dan beberapa desa di Kabupaten Magelang.

Agenda itu juga untuk memperingati Hari Pusaka Dunia 2017.

Sucoro yang juga Pendiri Yayasan Brayat Panangkaran Borobudur dan penggagas kegiatan Ruwat-Rawat Borobudur itu, mengemukakan tentang pentingnya nilai budaya masyarakat kawasan Borobudur untuk terus dilestarikan, termasuk kaitannya untuk kepentingan pengembangan kepariwisataan setempat.

“Apalagi sekarang Candi Borobudur sebagai salah satu di antara 10 destinasi wisata unggulan yang sedang dikembangkan pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia mengemukakan kepedulian yang kuat masyarakat terhadap nilai sejarah dan budaya akan memberikan dampak positif bagi perkembangan seni dan tradisi masyarakat setempat.

Ia mencontohkan tentang sejumlah komunitas pelaku seni dan budaya masyarakat kawasan Candi Borobudur yang sejak beberapa tahun terakhir mengembangkan kesenian berupa Sendratari Kidung Karmawibangga.

“Sendratari itu inspirasinya dari relief di Candi Borobudur, relief Karmawibangga, tentang hukum sebab akibat yang maknanya universal dan menyangkut nilai kehidupan manusia,” katanya.

Hingga saat ini, sendratari yang bisa melibatkan ratusan seniman petani di kawasan setempat tersebut telah dipentaskan di beberapa tempat dalam sejumlah kesempatan.

Berbagai kegiatan seni dan budaya terkait dengan Ruwat-Rawat Borobudur 2017 antara lain pementasan kesenian rakyat, safari budaya, seminar budaya dan pariwisata, lokakarya seni tradisi, kirab budaya, pementasan Sendratari Kidung Karmawibangga dan pawai budaya sebagai puncak acara “14 Tahun Ruwat-Rawat Borobudur”.(jwn4/ant)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY