ilustrasi

SEMARANG, Jowonews.com – Empat perguruan tinggi negeri di Jawa Tengah yang tergabung dalam Panitia Lokal 42 Semarang siap menggelar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017.

Kesiapan itu terangkum dalam pernyataan yang disampaikan keempat pimpinan PTN atau yang mewakili yang berlangsung di kampus Universitas Diponegoro Semarang, Senin (17/4), sebagai Koordinator Panlok 42.

Keempat PTN yang tergabung dalam Panlok 42 itu, yakni Undip, Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dan Universitas Tidar Magelang (Untidar).

Ketua Pelaksana Panlok 42 SBMPTN Prof Muhammad Zainuri, DEA menyebutkan pendaftaran SBMPTN sudah dibuka mulai 11 April-5 Mei 2017 sehingga peserta didik sudah bisa melakukan pendaftaran secara “online”.

“Pelaksanaan ujian tertulis SBMPTN pada 16 Mei 2017 bersamaan dengan pendaftaran ulang bagi peserta yang lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN),” kata Wakil Rektor I Undip itu.

Pelaksanaan ujian tertulis, kata dia, terbagi dalam dua sistem sebagaimana tahun sebelumnya, yakni model CBT (computer based test) atau berbasis komputer dan PBT (paper based test) atau menggunakan kertas.

“Untuk tahun ini ada peningkatan jumlah untuk peserta CBT, yakni 30 ribu orang secara nasional. Kalau tahun lalu masih 2.520 orang. Ini merupakan perbaikan dan inovasi penyelenggaraan SBMPTN,” katanya.

Rektor Undip Prof Yos Johan Utama menambahkan, setiap PTN sepakat untuk mengakomodasi kebhinnekaan dalam penerimaan mahasiswa, termasuk SNMPTN dan SBMPTN yang menampung mahasiswa dari seluruh provinsi.

“Daya tampung Undip tahun ini 7.685 mahasiswa yang terbagi dalam 51 prodi. Kami sediakan kuota untuk masing-masing jalur, baik SNMPTN, SBMPTN, maupun jalur mandiri,” kata Guru Besar Fakultas Hukum Undip itu.

Prof Fathur Rokhman selaku Rektor Unnes menambahkan, total kuota yang disediakan tahun ini mencapai 6.788 mahasiswa, sementara untuk jalur SBMPTN dialokasikan sebesar 40 persen atau sebanyak 2.658 mahasiswa.

“Prinsipnya, kami taat asas. Sesuai ketentuan, kuota yang harus disediakan untuk SBMPTN minimal 30 persen dari daya tampung. Kami tambahkan menjadi 40 persen,” kata Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes itu.

Dalam kesempatan itu, hadir pula perwakilan dari UIN Walisongo Semarang Dr Musahadi, M.Ag selaku Wakil Rektor I, serta Drs. Whinarko Juliprianto dari Untidar yang juga merupakan Ketua Subpanlok Magelang.(jwn4/ant)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY