keraton solo

SEMARANG, Jowonews.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau pihak Keraton Kasunanan Surakarta untuk berembuk dan mengedepankan mufakat guna menyelesaikan konflik internal agar penyelesaiannya tidak berlarut-larut.

“Menurut saya, alangkah baiknya dari keluarga bisa duduk bareng, berembuk, buat kesepakatan,” katanya di Semarang, Senin.

Menurut Ganjar, pihak Keraton Kasunanan Surakarta memiliki kesepakatan yang bisa menjadi pedoman dalam penyelesaian konflik internal.

“Kalau ‘paugeran-paugeran’ yang menjadi ‘ugeman’ itu bisa dipegang bareng-bareng itu akan enak, kalau tidak ya buat kesepakatan baru mumpung para kasepuhan di sana (Keraton Kasunanan Surakarta) masih ada,” ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan itu menilai bahwa konflik internal yang terjadi sekarang menjadi sesuatu yang negatif bagi Keraton Kasunanan Surakarta.

“Saya kira (rembukan) harus menjadi langkah terbaik karena kalau tidak, konflik ini akan dibaca sebagai sesuatu yang tidak mengenakkan, apalagi di Jawa Tengah,” katanya.

Pemprov Jateng, kata Ganjar, akan memfasilitasi semua upaya yang bertujuan menyelesaikan konflik internal di Keraton Kasunanan Surakarta agar tidak berkepanjangan.

“Intinya kami siap memfasilitasi, mengenai persoalan hukum itu biar penegak hukum yang menyelesaikannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar mengungkapkan bahwa pihaknya terpaksa tidak menyalurkan dana hibah yang berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp5 miliar per tahun kepada Keraton Kasunanan Surakarta sejak terjadi konflik internal.

“Sejak terjadi konflik, kami memang tidak memberikan dana hibah (terkait dengan dualisme kepemimpinan di Keraton Kasunanan Surakarta). Kalau nanti kita salah gimana? inikan soal administrasi,” katanya. (JWN3/Ant)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY