MAGELANG, Jowonews.com – Ikatan Istri Pimpinan Badan Usaha Milik Negara (IPP BUMN) mendukung pengembangan pariwisata di sekitar kawasan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Ketua Umum IPP BUMN, Eri Imam Apriyanto di Magelang, Selasa, mengatakan, salah satu dukungan tersebut dengan menyelenggarakan peringatan Hari Kartini 2017 di Kecamatan Borobudur yang diisi dengan berbagai kegiatan untuk mengembangkan potensi desa.

“Sebagai istri dari suami yang bekerja di BUMN, kami berusaha mendukung program BUMN, yaitu ‘BUMN Hadir untuk Negeri’ yang saat ini tengah membangun sejumlah balai ekonomi desa (Balkondes) di sekitar Candi Borobudur,” katanya.

Ia menuturkan IPP BUMN tahun ini mengadakan peringatan Hari Kartini dengan kegiatan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Peringatan Hari Kartini 2017 dilaksanakan di Balkondes Bumiharjo Kecamatan Borobudur pada 16-18 April 2017 dengan tema “Semangat Kartini sebagai Inspirasi dalam Peningkatan Potensi Budaya Bangsa”.

“Kegiatan peringatan Hari kartini 2017 di salah satu pusat pariwisata Indonesia merupakan salah satu langkah nyata IPP BUMN dalam memberikan sumbangsih bagi perkembangan pariwisata nasional,” katanya.

Ia menyampaikan kekagumannya terhadap potensi yang dimiliki desa-desa sekitar Candi Borobudur luar biasa, baik bidang kuliner, kerajinan, seni tari maupun seni musik.

Ketua Panitia Peringatan Hari Kartini IPP BUMN, Heriyanti Suzana Edi Setijono mengatakan dalam peringatan Hari kartini ini melibatkan kaum perempuan warga desa di Kecamatan Borobudur melalui kegiatan yang ada di Balkondes.

“Kami ingin menghidupkan aktivitas Balkondes dan meningkatkan perekonomian kreatif masyarakat Borobudur melalui serangkaian kegiatan berbasis potensi desa dan kearifan lokal, khususnya pada enam Balkondes yang sudah siap, yaitu Candirejo, Ngaran, Bumiharjo, Wringinputih, Larangrejo, dan Kebonsari,” katanya.

Ia menyebutkan rangkaian kegiatan berbasis potensi desa tersebut, antara lain pameran ragam potensi desa, lomba tari persahabatan, lomba memasak dan penyajian dengan menu andalan lokal, dan lomba merangkai janur buah.

Ia menuturkan seluruh lomba dirancang untuk menggali potensi desa, memberikan stimulasi bagi kreativitas dan inovasi masyarakat sehingga masing-masing desa memiliki keunikan produk tersendiri.

Dalam mendukung hal tersebut, katanya diselenggarakan pula penyuiluhan tentang pemanfaatan potensi desa untuk kesejahteraan keluarga khususnya dan kemakmuran desa pada umumnya dengan harapan masyarakat desa setempat dapat lebih mengenali unggulan yang dimiliki sehingga dapat memanfaatkan dan mengembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi mereka. (JWN3/Ant)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY