TEMANGGUNG, Jowonews.com – Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menyediakan layanan gratis pemasangan alat kontrasepsi jenis implant atau susuk bagi 15.000 akseptor setiap tahun.

“Layanan gratis pemasangan implant ini merupakan salah satu upaya menyukseskan program KB di Kabupaten Temanggung,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Temanggung, Masruchi, di Temanggung, Selasa.

Ia menyampaikan hal tersebut usai pembukaan acara Peningkatan Kapasitas PKB/PLKB dan PPKBD dalam Melaksanakan Program KKBPK Propinsi Jateng di Graha Bhumi Phala Temanggung.

Ia mengatakan pelayanan pemasangan alat kontrasepsi tersebut dapat diperoleh masyarakat di beberapa layanan kesehatan, yakni puskesmas maupun beberapa rumah sakit di Temanggung.

“Implant yang kami sediakan berasal dari bantuan pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Temanggung. Alat kontrasepsi ini memiliki jangka waktu pamasangan selama tiga tahun, setelah itu harus diganti,” katanya.

Ia menuturkan angka partisipasi masyarakat Temanggung dalam program KB cukup tinggi, sekitar 47 persen dari jumlah wanita usia produktif.

Ia menyebutkan jumlah penduduk di Kabupaten Temanggung sekitar 677.000 jiwa dengan perbandingan, 51 persen laki-laki dan 49 persen wanita.

“Jumlah rata-rata anak dalam satu keluarga tidak lebih dari dua orang. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran membatasi jumlah anak lumayan tinggi,” katanya.

Ia mengatakan pencanangan program KB merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi sebuah daerah dalam mengendalikan laju pertumbuhan jumlah penduduk.

Selain mengikuti program KB, dia mengimbau jangan melakukan pernikahan dini. Sebaiknya melangsungkan pernikahan saat menginjak usia minimal 20 tahun.

“Selain faktor psikis yang sudah matang, di usia-usia tersebut mayoritas sebuah keluarga telah mencapai kematangan dari segi kemapanan tingkat perekonomian,” katanya. (JWN3/Ant)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY