ILUSTRASI

SEMARANG, Jowonews.com – Dugderan, tradisi menyambut bulan puasa, salah satunya dengan pasar rakyat yang digelar kembali pada tahun ini, tidak lagi dilengkapi dengan wahana permainan anak-anak.

“Ya, biasanya kan ada permainan anak-anak, seperti bianglala dan komidi putar di pasar rakyat Dugderan,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto di Semarang, Jumat (21/4).

Namun, kata dia, untuk tahun ini tidak ada permainan anak-anak di Dugderan seperti dahulu karena lahan yang tersedia di dekat bangunan Pasar Johar Semarang yang bekas terbakar sangat terbatas.

Keberadaan wahana permainan anak-anak itu selama ini memang menyita tempat yang cukup luas sehingga untuk sementara ditiadakan untuk memberi kesempatan bagi para pedagang “tiban”.

Pada tahun ini, kata dia, pasar rakyat Dugderan akan menempati kawasan bekas Alun-Alun Masjid Agung Semarang (Masjid Kauman, red.) hingga samping Hotel Metro dan Jalan Agus Salim Semarang.

Meski tidak ada wahana permainan anak-anak, dia meyakini tidak akan memengaruhi kemeriahan Dugderan tahun ini karena para pedagang beraneka mainan anak-anak, termasuk gerabah juga tetap ada.

“Kami juga akan isi Dugderan dengan pementasan musik dangdut yang mengundang artis lokal. Kemeriahan menjelang Dugderan sekarang ini mulai tampak, seperti berdatangannya pedagang gerabah,” katanya. (jwn5/ant)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY