MAGELANG, Jowonews.com – Universitas Tidar Kota Magelang, Jawa Tengah, menyiapkan pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri untuk 3.743 peserta, baik ujian berbasis kertas maupun komputer.

Ketua Panitia Pelaksana SBMPTN Sub-Panitia Lokal Magelang Whinarko Juliprijanto di Magelang, Senin mengatakan 3.663 peserta mengikuti ujian SBMPTN berbasis kertas atau “paper base test” (PBT), sedangkan 80 peserta lainnya ujian berbasis komputer atau “computer base test” (CBT)”.

“Tahun ini, pertama kali Untidar menyediakan kuota test CBT. Sudah kami siapkan empat kelas yang masing-masing ada 20 komputer,” ujarnya.

Pelaksanaan ujian pada Selasa (16/5) meliputi tiga kelompok, yakni sains dan teknologi (saintek), sosial dan humaniora (soshum), serta campuran.

Pelaksanaan ujian SBMPTN selain menggunakan kampus Untidar di Tuguran Kota Magelang, juga ruang kelas di sejumlah sekolah di daerah setempat. Jumlah total kelas yang disiapkan untuk tes 186 ruangan.

Ia menjelaskan peserta seleksi untuk kelompok saintek selain mengikuti tes dengan tempat di kampus Untidar, juga di SMA Negeri 1, SMA Negeri 4, dan SMP Negeri 11 Kota Magelang.

Kelompok soshum, ujarnya, di kampus Untidar, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, SMA Negeri 5, dan SMP Negeri 11 Kota Magelang, sedangkan kelompok campuran di kampus Untidar dan SMP Negeri 11 Kota Magelang.

“Penanggung jawab lokasi sudah melalukan survei lokasi mulai dari kampus Tuguran, SMA 1 sampai SMA 5 Magelang, ditambah lokasi tambahan SMP 11 Magelang,” ujarnya.

Ketua Bidang Lokasi dan Pengawas Ujian SBMPTN Untidar Farikah mengatakan tim “coaching” SBMPTN Untidar telah melakukan sosialisasi kepada calon pengawas ujian yang melibatkan dosen dan staf Untidar, serta guru dan karyawan masing-masing lokasi ujian.

Dalam sosialisasi itu, katanya, mereka diingatkan untuk menegakkan aturan seleksi agar sesuai dengan prosedur.

“Untuk mengingatkan kembali, jangan lupa mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pedoman Operasional Baku yang telah disosialisasikan. Maaf kalau kami harus mengingatkan bahwa tugas pengawas itu mengawasi. Jadi jangan asyik dengan ‘handphone’ atau laptopnya,” katanya.

Ia mengatakan beberapa dosen atau guru kemungkinan pernah menjadi pengawas kegiatan serupa pada tahun sebelumnya.

Mereka, ujarnya, tidak ada salahnya jika tetap memperhatikan setiap detail aturan dalam tugas pengawasan ujian SBMPTN tahun ini, seperti menyangkut pembagian lembar jawab ujian dan naskah soal ujian.

“Mungkin dianggap sepele, namun harus diperhatikan baik-baik,” ujarnya.

Hingga batas terakhir pendaftaran SBMPTN pada Selasa (9/5) pukul 16.00 WIB, jumlah pendaftar Untidar Kota Magelang tercatat 6.915 orang. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun lalu yang tercatat 4.803 orang. Pendaftar lainnya mengikuti ujian SBMPTN di sub panitia lokal lainnya. (JWN3/Ant)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY