SEMARANG, Jowonews.com – Brigadir Dua Taruna Mohammad Adam, taruna tingkat II Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jawa Tengah dipastikan tewas akibat kekurangan oksigen karena paru-paru yang terluka.

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djarod Padakova di Semarang, Kamis, berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.”Autopsi dilakukan setelah mendapat izin dari pihak keluarga,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan luar didapati luka memar di bagian dada kanan, tengah dan kiri. Sementara luka pada paru-paru diduga kuat sebagai penyebab kematian karena menyebabkan korban gagal nafas.

Menurut dia, korban sempat sempat kekurangan oksigen hingga pingsan. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Akpol namun nyawanya tidak tertolong. Sementara dari hasil penyelidikan sementara, polisi mendapati dua alat bukti.

Djarod mengatakan satu dari dua alat bukti yang ditemukan tersebut yakni kopel sabuk. “Belum diketahui milik siapa, tetapi ditemukan di lokasi kejadian,” katanya.

Sementara lokasi kejadian penganiayaan itu sendiri berada di Flat A yang disebut sebagai gudang. Penganiayaan itu sendiri diduga terjadi saat apel malam.

Saat ini, Polisi memeriksa 21 orang saksi dalam penyelidikan atas tewasnya Mohammad Adam.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono di Semarang, Kamis, mengatakan 21 saksi tersebut merupakan taruna tingkat II dan III yang berada di lokasi saat kejadian.
“Sebanyak 21 saksi tersebut diduga mengetahui, di lokasi saat korban meninggal,” katanya.

Perkara itu sendiri saat ini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah. Kapolda menyebut terdapat luka memar di bagian dada korban. (JWN3)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY