Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

100 KK Warga Delik Tuntut Kompensasi Pembangunan Tol SS

UNGARAN, Jowonews.com – Warga Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang mendesak kontraktor pembangunan jalan tol Semarang-Solo (SS) sesi III-IV, Bawen-Salatiga untuk membayar kompensasi dampak lingkungan. Sebab warga merasa terganggu debu dan lumpur akibat aktivitas penataan lahan.

Kepala Desa Delik, Marsono mengatakan, sejak mulai ada penataan lahan pada pertangahan tahun 2015, warga mulai resah karena dampak lingkungan. Sebab aktivitas proyek tersebut berada cukup dekat dengan pemukiman warga.

“Keluhan warga ini sudah disampaikan kepada kami. Selanjutnya kami teruskan kepada kontraktor dan sub kontraktor yang mengerjakan penataan lahan,” ujarnya Kamis (15/12).

Marsono menambahkan, keluhan warga yakni polusi udara akibat banyak debu imbas dari proyek tersebut. Terutama saat musim kemarau debu sangat tebal. Setelah musim berganti, warga dibuat repot banyaknya lumpur di jalan. Sebab tanah yang jatuh dijalanan bila terkena hujan menjadi lumpur licin. Tidak sedikit pengendara sepeda motor terpeleset.

“Jadi dampaknya cukup merepotkan warga. Sebab dimusim kemarau debu meningkat, musim hujan lumpurnya banyak. Warga berharap ada upaya yang dilakukan mereka untuk mengurangi dampak, serta segera membayar kompensasi dampak lingkungan tersebut,” ujarnya.

Menurut Marsono warga sudah mengajukan surat konpensasi kepada sejumlah kontraktor, namun tidak ada tanggapan yang serius. Dalam surat yang disampaikan kepada kontraktor, warga berharap kompensasinya sesuai yang diajukan yakni Rp 1 juta per kepala keluarga (KK). 

Saat ini pihak kontraktor baru memberi  masker. Tetapi hal itu tidak banyak membantu. Karena setelah masker rusak pun tidak diberi lagi.

“Disini ada 100 KK, jadi tinggal dikalikan Rp 1 juta saja, itu ketemu angka kompensasi yang diminta warga. Kompensasi tersebut sekali untuk selamanya sampai proyek selesai,” tandasnya.

BACA JUGA  Satpol PP Segel Ruko Tak Berizin di Semarang

Senada dikatakan Bandi, 56, warga desa Delik RT 2 RW 2, sudah 6 bulan proyek berjalan, namun belum ada kompensasi dampak proyek. Warga selama ini mengeluh banyaknya ceceran tanah yang menyebabkan debu dan lumpur terutama saat musim hujan.

“Kalau musim hujan seperti ini jalan jadi licin,” kata Bandi.

Sementara itu Humas PT Adi Karya, Suparjo selaku kontraktor jalan tol keberatan memberikan keterangan apapun terkait proyek. “Waduh, saya belum bisa memberikan keterangan apapun,” katanya.

Sedangkan pengawas lalulintas truk proyek di Desa Delik, Sujiono mengakui adanya ceceran tanah yang menyebabkan debu dan lumpur. “Tetapi sudah kami minimalisir dengan rutin membersihkan jika ada ceceran tanah. Tujuannya agar tidak mengganggu warga,” kata Sujiono. (JN01/JN03)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...