Jowonews

Logo Jowonews Brown

15 Orang di Kota Semarang Meninggal Karena DBD

DBDSemarang, Jowonews.com – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Semarang ternyata masih memprihatinkan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang dr. Widoyono, hingga akhir bulan Mei 2015 sebanyak 15 orang meninggal karena wabah DBD. Selain itu, di Kota atlas ini juga ditemukan sebanyak 1409 kasus yang disebabkan nyamuk Aides Aigepty tersebut.

 “Sampai saat ini demam berdarah masih menjadi masalah prioritas lokal, perang dengan DBD memang tidak pernah berhenti,” kata dr. Widoyono di Semarang, Senin (15/06).

 Setidaknya ada tiga kecamatan di Kota Semarang yang menjadi daerah endemik DBD yakni di Tembalang, Candisari dan Banyumanik.Widoyono menambahkan,meningkatnya kasus DBD di Kota Semarang ini,perlu mendapatkan penanganan serius. “Faktor lingkungan memiliki kontribusi 60% pada merebaknya wabah ini,” jelas Widoyono.

Lebih lanjut, Widoyono mengatakan pemukiman yang padat menjadi potensi semakin banyaknya tempat perindukan nyamuk. Widoyono mencontohkan di Kecamatan Banyumanik saja tingkat kepadatan warganya sudah mencapai sekitar 180.000 penduduk.

“Selain itu, perilaku masyarakat yang tidak peduli pada pemberantasan sarang nyamuk menjadi faktor lain merebaknya DBD” ungkap Widoyono.

Menurutnya, masyarakat masih kurang peduli terhadap pemberantasan sarang nyamuk seperti perilaku 3 M (menguras, Menutup, Mengubur-red), perilaku tidur siang dan menggantung baju di balik pintu. “Pelayanan kesehatan sudah sering kami lakukan, tapi kalau masyarakatnya tidak sadar ya percuma,” tutur Widoyono.

 Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN secara besar-besaran. Metode PSN dinilai lebih efektif dibandingkan apabila melakukan melakukan fogging.

 “Ini karena disamping fogging itu berbahaya untuk kesehatan, PSN itu memberantas nyamuk hingga jentik-jentiknya” tegas Widoyono.

 Ia pun meminta masyarakat untuk turut aktif dalam pemberantasan sarang nyamuk.”Kalau masyarakat sadar, maka pencegahan akan lebih mudah dilakukan” pungkas Widoyono. (JN13)

BACA JUGA  Pemprov Jawa Tengah Siap Rampingkan Eselon

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...