Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Perhutani Banyumas Kembangkan Destinasi Wisata Hutan

BANYUMAS, Jowonews.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, Jawa Tengah, mengembangkan destinasi wisata alam di sejumlah kawasan hutan yang dikelola badan usaha milik negara (BUMN) itu.

“Salah satu destinasi wisata yang akan kami kembangkan adalah Bukit Pangonan di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, sebagai tempat untuk melihat ‘sunrise’. Selama ini, tempat terkenal untuk menyaksikan ‘sunrise’ di Dieng adalah Bukit Sikunir dan Gunung Prahu,” kata Administrator Perum Perhutani KPH Banyumas Timur Wawan Triwibowo di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa.

Menurut dia, Bukit Pangonan cukup unik karena ketika wisatawan hendak naik harus melewati padang savana yang luas.

Bahkan, kata dia, di padang savana tersebut terdapat rumput yang membentuk terowongan sehingga wisatawan bisa masuk ke dalamnya.

“Itu sedang kami kembangkan bersama LMDH, Lembaga Masyarakat Desa Hutan yang ada di sana. Saat ini, sudah banyak wisatawan yang berminat mengunjungi Bukit Pangonan,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya telah melengkapi Bukit Pangonan dengan “basecamp” yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu.

Dengan demikian, lanjut dia, setiap orang yang akan mendaki Gunung Pangonan harus lapor kepada petugas di “basecamp” tersebut.

“Nantinya, barang bawaan mereka akan dicacat. Ketika barang bawaannya tidak memenuhi standar keamanan, ya jangan naik,” katanya.

Lebih lanjut, Wawan mengatakan bahwa selain Gunung Pangonan, pihaknya juga akan mengembangkan Gunung Selok “View” di Adipala, Kabupaten Cilacap.

“Selain dikenal sebagai tempat wisata religi, di sana (Gunung Selok, red.) terdapat pemandangan yang sangat bagus. Saat kita ke sana, kita melewati hutan mahoni dan kira-kira 300 meter setelah hutan mahoni, kita bisa melihat hamparan laut selatan dan sawah yang hijau,” katanya.

BACA JUGA  Hari Ini, Banyumas Mulai Sekat Perbatasan

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan membangun semacam teras yang dapat digunakan wisatawan untuk berfoto dan seolah-olah sedang berada di atas awan.

Dalam hal ini, kata dia, pihaknya mengadaptasi konsep wisata yang dikembangkan di Kalibiru, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sementara di Kabupaten Banyumas, lanjut dia, pihaknya akan mengembangkan wisata alam di Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden.

“Selama ini banyak yang kemah dan kebetulan di sana ada situs purbakala ‘Watu Lumpang’. Selain itu juga ada Curug Pengantin,” katanya.

Menurut dia, pihaknya juga berencana untuk menata jalur pendakian Gunung Slamet dari arah Baturraden dengan menggandeng masyarakat setempat, LMDH, dan pecinta alam yang profesional dalam pengelolaan jalur pendakian.

Ia mengharapkan jalur pendakian Gunung Slamet dari arah Baturraden itu bersifat “eksklusif” atau tidak bersifat massal.

“Kita ingin pendakian yang bersahabat dengan alam. Jangan sampai orang mendaki membawa kantong plastik dan lain-lain sehingga meninggalkan sampah-sampah yang tidak terurai,” katanya.

Disinggung masalah Bukit Watu Meja, Wawan mengatakan bahwa saat ini, destinasi wisata tersebut masih dikelola LMDH Desa Tumiyang, Kecamatan Kebasen, Banyumas, dan ke depan akan ditata oleh Perhutani KPH Banyumas Timur.

Menurut dia, pihaknya menginginkan adanya kajian terhadap kondisi tanah di sekitar destinasi wisata tersebut.

“Watu Meja berada di lereng tebing sehingga harus ada kajian kekuatan dari tebing itu. Jangan sampai saat banyak orang, ternyata tebing itu tidak ada kekuatan,” katanya. (JN03/Ant)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...