tes1

SEMARANG – Peringatan hari anti korupsi tidaklah identik dengan aksi demo. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)  Daerah Semarang, menggelar kampanye musik Festival Anti Korupsi sebagai wujud penolakan terhadap tindak korupsi di Indonesia, Selasa malam (10/11), Tembalang.

Mencoba dengan cara yang tidak biasa, Fahmi Akmal, ketua panitia acara tersebut mengaku ingin mengkampanyekan hari anti korupsi dengan cara yang ‘anak muda banget’. Konser musik dipilihnya sebagai bentuk inovasi dari aksi demo yang sudah sering mereka lakukan.

“Ini merupakan inovasi di tahun ini. Kita merasa demo sudah tidak lagi efektif untuk menyuarakan ini, yang melihat juga tidak terlalu banyak. Sasaran kita adalah  anak muda dan mahasiswa, makanya kita cari inovasi baru dengan acara musik seperti ini,” ungkap Fahmi Akmal selaku ketua panitia, Selasa (10/11).

Dengan mengangkat tema Fight Corruption with Nationalism diharapkan masyarakat khususnya mahasiswa dapat melawan korupsi dengan sikap nasionalisme. “Kalau cinta Indonesia berarti harus lawan korupsi,” tambah Fahmi.

Kampanye musik ini juga menampilkan beberapa seniman muda dari latar belakang yang berbeda-beda. Mulai dari mahasiswa, komedian, hingga pengamen jalanan. Diharapkan kampanye musik ini dapat menjadi sarana apresiasi bagi seluruh elemen masyarakat dalam menyuarakan sikap anti korupsi. “Kalau bukan kita yang gerak dan mulai, lalu siapa lagi!”

Bulan Anti Korupsi

Untuk menyambut hari anti korupsi, KAMMI Semarang menyelenggarakan serangkaian acara guna memperingati bulan anti korupsi. Seperti lomba poster anti korupsi, konser musik, dan diskusi publik bertemakan nasionalisme yang akan diselenggarakan hari Kamis (13/12) medatang.

“Rangkaian acara ini sengaja kami buat karena sasaran kita ada tiga segmentasi. Lomba poster kita tujukan untuk pelajar SMA se-Kota Semarang, kampanye musik sasarannya untuk mahasiswa, dan diskusi publik untuk masyarakat umum,” papar Syafa’at Fahmi, ketua Kebijakan Pubik KAMMI Daerah Semarang, Selasa (10/12).

Ia menambahkan dengan diadakan serangkaian acara ini diharapkan masyarakat, khususnya mahasiswa teredukasi agar  korupsi tidak menjadi penyakit turun temurun di negeri ini. “Secara ngga sadar sebenarnya mahasiswa juga kerap kali melakukan tindak korupsi kecil. Seperti mencontek saat ujian atau kadang ‘menilep’ uang kembalian. Kalau ngga disadarkan dari yang kecil lama-lama jadi terbiasa,” jelas Fahmi. (ME)

BERBAGI
Artikel berikutnyaCekidot! Tipe-tipe Mahasiswa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here