Relawan Mengirimkan bantuan untuk Banjir Kudus
Relawan Mengirimkan bantuan untuk Banjir Kudus

KUDUS, Jowonews.com—Bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Kudus dalam dua pekan terakhir merupakan banjir terbesar, setidaknya dalam satu dekade kebelakang. Hal ini mendapat perhatian serius dari pemerintah kabupaten Kudus.

Banjir besar ini, menurut Bupati Kudus Musthofa banjir yang semakin besar disebabkan karena adanya alih fungsi lahan resapan menjadi pemukiman dan pembangunan pabrik.”kami akan mengembalikan fungsi-fungsi daerah resapan yang telah menjadi pemukiman dan perusahaan seperti semula” kata Musthofa, di Kudus (03/02/2014) pagi WIB.

Dikatakan Musthofa, Kudus memang tidak ada saluran irigasi serta drainase yang benar. Hal ini tentunya akan berdampak munculnya banjir disetiap musim penghujan tiba. Untuk itu, Musthofa akan berkomunikasi dengan pihak pihak terkait agar bersedia mengembalikan fungsi daerah tersebut.

“kami akan Mensosialisasikan kepada para pengusaha, kepala desa, camat, dan tokoh masyarakat daerah-daerah yang menjadi resapan air agar tidak dijadikan pemukiman lagi” terang Musthofa.

Rencananya,  pemkab Kudus akan meniru kebijakan Pemerintah Kota Surabaya dalam penataan kota. Ia pun akan bersikap tegas terhadap dalam memfungsikan daerah serapan di Kudus sesuai fungsinya. “Pasca banjir nanti Satpol PP dan kantor perizinan terpadu akan menggelar operasi razia bangunan yang tidak sesuai dengan aturan dan berada di daerah-daerah resapan air” pungkasnya.

Redaktur : Dwi Purnawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here