Anis Nugroho Widharto (baju batik biru berpeci hitam) berfoto bersama Supriyadi (baju hitam tanpa peci) dan para sesepuh Pencak Silat dalam Muskot IPSI Kota Semarang
Anis Nugroho Widharto (baju batik biru berpeci hitam) berfoto bersama Supriyadi (baju hitam tanpa peci) dan para sesepuh Pencak Silat dalam Muskot IPSI Kota Semarang

Semarang, Jowonews.com – Pengusaha muda Semarang, Anis Nugroho Widharto, terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Semarang dalam Musyawarah Kota IPSI Kota Semarang, di Kampus IKIP PGRI, kemarin.

Mantan calon wakil walikota Semarang memenangi persaingan dengan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi yang dalam Muskot tersebut. Ia memperoleh dukungan 17 suara, sedangkan Supriyadi mendapat 9 suara. Pemilik suara adalah delegasi 26 perguruan/padepokan pencak silat yang ada di Kota Semarang.

Keterpilihan Anis untuk memimpin IPSI masa bhakti 2014-2018 ini sekaligus mengisi kekosongan ketua IPSI periode 2010-2014 Ahmad Junaidi yang ditahan karena kasus asuransi fiktif DPRD Kota Semarang.

Among Raga, Among Rasa, Among Jiwa

Dalam pidato pencalonannya Anis mengatakan, ia akan menjadikan filsafat Among Raga, Among Rasa, Among Jiwa (menempa raga, perasaan dan jiwa), sebagai landasan mengurus IPSI Kota Semarang.

Filosofi khas Pencak Silat tersebut, menurutnya, harus menjadi landasan kerja pengurus dalam membina seluruh perguruan pencak silat, melatih para atlet maupun mengembangkan bela diri asli Indonesia tersebut.

“Pencak Silat sebagai warisan budaya asli Indonesia harus kita kembangkan agar menjadi tuan di rumah sendiri. Mari kita tempat setiap insan Indonesia melalui bela diri khas kita ini dengan ajaran among raga, among rasa dan among jiwa,” tuturnya di hadapan para pendekar, sesepuh maupun pengurus perguruan Pencak Silat yang hadir dalam Muskot.

Pria kelahiran Demak  4 Desember 1971 ini mengajak menghidupkan kembali Padepokan Gunung Talang sebagai pusat latihan bersama. Padepokan yang berpuluh tahun tidak terpakai dan rusak tersebut akan dia perbaiki dan dijadikan tempat penggemblengan pesilat sejati sekaligus pembibitan atlet untuk berlaga di setiap kejuaraan.

“Program saya dalam jangka pendek adalah ndandani bangunan Padepokan Gunung Talang untuk kita jadikan tempat latihan bersama dan pusat pembibitan atltet pesilat,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Adapun untuk menjaga agar IPSI bisa mengelola Padepokan yang tanahnya milik Pemkot dan bangunannya milik Pemprov Jateng, ia telah mendapat solusi berupa pendirian Yayasan IPSI.

Yayasan itu, kata dia, akan diisi perwakilan seluruh perguruan pencak silat dan diberi modal awal untuk pengelolaannya. Termasuk untuk menjalankan usaha yang bisa dijadikan sumber nafkah bagi para pelatih sepuh atau mantan atlet pencak silat.

Bos perusahaan Lintas Group ini berjanji akan memberi dana pembinaan setiap bulan bagi perguruan pencak silat yang aktif sesuai standar IPSI. Yakni memiliki guru besar atau pendekat, latihan terjadwal rutin, memiliki program pembinaan atlet, jumlah murid signifikan, dan pengurusnya aktif mengembangkan ilmu pencak silat.

“Kita mendirikan yayasan untuk mengelola Padepokan Gunung Talang. Saya siapkan modal awal untuk itu. Dan saya akan memberi uang pembinaan setiap bulan kepada perguruan pencak silat yang aktif,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here