Undip (Foto : Skyscrapercity)
Undip (Foto : Skyscrapercity)

SEMARANG, Jowonews.com—Semaraknya program – program berbasis lingkungan ternyata tidak hanya dilakukan di elemen perusahaan saja. Bahkan program berbasis lingkungan sekarang sudah menular ke dunia pendidikan.

Setelah kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) beberapa waktu lalu mendeklarasikan diri sebagai kampus konservasi, kini Universitas Diponegoro (Undip) yang juga berada di Semarang, mendapatkan peringkat ke 47 dunia untuk kategori kampus terhijau berdasarkan ranking Greenmatric 2013.

Usaha Undip tersebut memang sudah dilakukan dengan melaksanakan program go green di kampus. Bahkan Undip sukses mengalahkan Unnes untuk kategori kampus hijau. Sementara di tingkat nasional, Undip menempati posisi tiga setelah Urutan Universitas di Indonesia (UI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Dengan demikian, Undip otomatis mendapatkan predikat kampus terhijau se-Jateng dan DI Yogyakarta.

Menurut Rektor Undip Sudharto P Hadi, penetapan rangking terhadap berbagai perguruan tinggi tersebut didasarkan pada beberapa kategori.

“Pertama adalah setting dan infrastruktur. Kampus yang dianggap green adalah kampus yang memiliki bangunan yang berwawasan lingkungan dengan memperhatikan rasio bangunan dan ruang terbuka, serta ada pengolahan limbah pada laboratorium kampus dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan,” ujar Sudharto, seperti dilansir dari laman Undip.ac.id, belum lama ini.

Lebih lanjut, perhatian kampus terhadap perubahan iklim juga menjadi kategori dalam penetapan rangking. “Upaya Undip dalam masalah adaptasi terhadap adanya climate change diwujudkan dalam bentuk penanaman pohon yang secara rutin di lakukan setiap Jumat setelah kegiatan bersepeda dan senam bersama,” ungkapnya.

Sudharto juga menyebut bahwa kategori penetapan rangking juga meliputi Waste dan Water. Kriteria tersebut menilai tempat pengolahan sampah yang meliputi 3 R, yaitu reduce, reuse dan recycle yang dimiliki kampus. “Sejauh mana kampus memiliki perhatian dan upaya dalam masalah drainase. Saat ini untuk masalah drainase upaya Undip adalah dengan membuat sumur resapan dan biopori,” papar Sudharto.

Kategori penilaian selanjutnya adalah transportasi kampus. Kategori tersebut melihat jumlah kendaraan yang dimiliki kampus, ketersediaan transportasi dalam kampus, serta penggunaan sepeda, shelter sepeda, dan penyediaan jalur sepeda bagi pengendara sepeda.

Terakhir, penilaian juga meliputi sejauh mana kampus menerapkan materi tentang lingkungan pada kurikulum ajarnya. “Semoga lompatan yang bagus ini menjadi pendorong warga kampus untuk lebih peduli kepada lingkungan karena upaya yang telah dilakukan bersama ini tidak sia-sia. Mudah-mudahan warga kampus semakin nyaman dalam bekerja, belajar, dan berkarya dengan kondisi lingkungan seperti ini,” pungkasnya.

Redaktur : Dwi Purnawan (Ikuti di twitter @dwi_itudua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here