Blackberry (Foto : Crackberry)
Blackberry (Foto : Crackberry)

Semarang, Jowonews.com—Kondisi BlackBerry saat ini seperti rollercoster. Pada 2011 BlackBerry mengalami puncak kejayaan, namun pada akhir 2013 lalu turun sampai titik terendah.

Kondisi BlackBerry terus memburuk setelah gagalnya marketing mereka menjual BlackBerry 10. Sebelumnya OS BB10 digadang akan menjadi penjegal iOS dan android. Pricing produk yang terlampau tinggi dan ekosistem aplikasi yang masih lemah menjadi alasan utama.

Kegagalan tersebut memaksa Thorsten Heins turun tahta dan menyerahkan jabatan CEO nya pada imigran China, John Chen. Chen telah dikenal luas sebagai CEO spesialis penyelamat perusahaan yang sekarat.

Langkah radikal telah dibuat Chen. Menyadari pricing produk BlackBerry terlampau tinggi, maka Chen menggandeng Foxxcon untuk memproduksi perangkat BB10 yang terjangkau. Jelas, Chen menginginkan produk BB10 terjangkau bisa bersaing dengan android yang dibanderol dibawah 2 juta rupiah.

Chen ingin BlackBerry konsentrasi pada perbaikan software QNX mereka. Dengan menyerahkan hardware pada Foxconn, BlackBerry mendapatkan perangkat yang jauh lebih murah, walau jelas pendapatan akan berkurang.

Langkah Chen telah mendapat apresiasi positif, buktinya nilai BlackBerry naik ke US$ 11 dollar, naik dari US$ 4 saat diambil alih Chen. Selain itu Chen meyakinkan bahwa BlackBerry tetap akan berjuang di bisnis hardware mereka.

2014 menjadi tahun penuh tantangan bagi BlackBerry. Harga ponsel android yang semakin murah dengan pilihan beragam mengancam eksistensi BlackBerry di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Chen sendiri masih optimis dengan senjata BB10 murah yang diberi kode “Jakarta”. Dia yakin ponsel besutan Foxconn akan sukses dipasaran. BlackBerry Jakarta sendiri rencananya akan diperkenalkan di Mobile World Congress pada akhir Februari.dan dipasarkan akhir Maret 2014.

Pertanyaan kembali muncul, apakah BlackBerry akan bertahan di 2014? Chen mencanangkan 2014 sebagai tahun kebangkitan dan 2015 sebagai tahun kembali ke puncak. Terlalu ambisius? Entahlah, namun Chen telah membuktikan kapasitasnya menyelamatkan perusahaan sekarat.

Redaktur : Ibnu Dwi Cahyo (Ikuti di Twitter @Ibnucloudheart)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here