Gadget KW (Foto : Tokopedia)
Gadget KW (Foto : Tokopedia)

Semarang, Jowonews.com ā€“ Ditengah semarak kemajuan teknologi informasi, mulai ramai juga produk gadget palsu di pasaran. Saat ini paling ramai produk replika atau KW adalah produk besutan Samsung dan Apple.

Mahalnya harga produk flagship Samsung dan Apple mendorong tumbuhnya produk replika yang sangat mirip. Bahkan beberapa produk replika berani memberikan label “King Copy”, yang berarti hampir tidak bisa dibedakan dengan yang asli.

Bahaya produk replika sudah banyak diulas di berbagai forum. Produk replika tidak mempunyai garansi resmi. Sehingga bila terjadi kerusakan dalam waktu cepat, tidak bisa diklaim, tentunya konsumen akan sangat merugi.

Produk replika tidak mempunyai jaminan keamanan bila terjadi ledakan. Beberapa kali kejadian di Cina, gadget replika mengalami ledakan baterai yang mencederai penggunanya cukup serius.

Soal harga sendiri sebenarnya cukup relatif murah. Namun dengan berbagai bahaya yang mengancam rasanya produk gadget replika patut diwaspadai dan dihindari.

Adapun cara mengetahui produk replika sangat mudah. Dari tampilan layar dan fisik bisa diketahui mana yang asli dan palsu. Pandangan kasar mata ini hanya berlaku untuk mengecek gadget replika yang berkualitas rendah.

Untuk gadget replika dengan kualitas tinggi dan mendekati konsumen wajib tahu beberapa hal. Pertama konektor baterai pada gadget replika berjumlah empat, berbeda dengan Note 3 asli besutan Samsung yang berjumlah tiga.

Tak cukup dengan mengecek konektor. Konsumen bisa mengecek dengan menginstall program pada android bernama CPU-Z. Aplikasi ini bisa mengetes software dan hardware yang dipakai, namun hanya display yang tak bisa dipalsu oleh gadget replika.

Dengan CPU-Z kita bisa mengecek Note 3 palsu yang resolusi layar dipastikan tidak menyentuh full HD 1080 piksel. Produk Note 3 King Copy maksimal mempunyai layar 720 piksel.

Tertarik dengan gadget mahal tak harus membuat konsumen beralih ke produk replika. Selain masuknya ilegal, produk replika ini juga membahayakan penggunanya.

Redaktur : Ibnu Dwi Cahyo (Ikuti di twitter @Ibnucloudheart)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here