Teh (Foto : IST)
Teh (Foto : IST)

Semarang, Jowonews.com—Tradisi sebagian dari kita adalah senang meminum teh selepas makan, karena hal tersebut bisa jadi menjadi kelezatan tersendiri saat menyantap makan siang. Dan setelah dilakukan penelitian, ternyata meminum teh setelah makan tidak baik bagi tubuh.

Dilansir dari National Geographic, lebih dianjurkan untuk memberi jeda waktu sekitar dua jam, antara makan berat dan minum teh. Sedangkan meminum teh disaat menyantap makanan sangat tidak dianjurkan, sebab berkaitan dengan interaksi antara asam fitat yang terkandung dalam teh yang bisa menghambat penyerapan zat besi dari makanan.

Zat dalam teh yakni asam fitat adalah zat nongizi yang bisa mengikat mineral besi (fe), seng (Zn) atau magnesium (Mg). Itu mengakibatkan, mineral-mineral tersebut tidak dapat diserap oleh tubuh, dan dikhawatirkan bisa sebabkan kekurangan gizi atau anemia.

Sementara itu untuk zat besi dibagi jadi 2, yaitu zat besi heme, terdapat dalam makanan-makanan yang berasal dari sumber hewani, serta zat besi nonheme yang ada di makanan nabati. Zat besi heme bisa diserap oleh tubuh dua kali lipat daripada zat besi nonheme.

Maka jika makanan yang kita konsumsi lebih banyak mengandung zat besi heme dan vitamin C (ascorbic acid) yang akan meningkatkan penyerapan zat besi, hambatan penyerapan dari teh masih dapat teratasi.

Selain teh yang kurang baik diminum setelah makan, minum jus buah yang mengandung vitamin C juga akan membantu tingkatkan penyerapan zat besi. Namun tak dianjurkan minum jus buah mengandung banyak gula. Lebih baik makan saja buah segar.

Namun demikian, kita sebenarnya diperbolehkan minum teh setelah makan jika menu makanannya bervariasi, seperti ada sumber nabati, hewani, serta vitamin C yang cukup dari buah dan sayuran. Nah, bagaimana, lebih menuruti kenyamanan tubuh atau kesehatan tubuh?. (DWI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here