Taman Jomblo. (Foto : Fotografius.wordpress)
Taman Jomblo. (Foto : Fotografius.wordpress)
Taman Jomblo. (Foto : Fotografius.wordpress)
Taman Jomblo. (Foto : Fotografius.wordpress)

Bandung, Jowonews.com – Jika anda berkunjung ke Bandung, akan nampak perubahan drastis dari wajah ibukota Jawa barat ini. Bandung kini tak seperti dulu. Padat, sumpek, macet, sampah menumpuk, dan jalan penuh lobang sana sini.Belum lagi kasus kriminalitasnya yang makin mencengangkan. Keadaan ini sungguh menyedihkan.

Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, sepatutnya Bandung menawarkan kenyamanan dan keamanan yang lebih. Dengan begitu, mereka yang berkunjung tentu puas berlibur di Bandung.

Perubahan signifikan yang terjadi di Bandung adalah buah karya sang maestro, sang walikota Ridwan Kamil. Pria yang belum genap satu tahun menjabat sebagai walikota Bandung ini sukses menorehkan berbagai prestasi gemilang terkait penataan kota di kota kembang.

Dikarenakan prestasi gemilang itu, pria yang akrab dipanggil Kang Emil itu terpilih menjadi salah satu wali kota terbaik di dunia. Ia terpilih bersama 11 wali kota lainnya dalam Forum Young Leader Sumposium World Cities Summit di Singapura yang digelar sejak 31 Mei hingga 5 Juni 2014.

Dalam forum itu, Kang Emil berpidato dan mempresentasikan sistem kepemimpinannya di hadapan 400 pemimpin muda dan wali kota se-dunia. Dia berharap terobosannya selama memimpin Kota Kembang itu bisa dijadikan inspirasi bagi wali kota lain di dunia.

Kang Emil mempresentasikan terobosan baru selama delapan bulan dirinya memimpin Kota Bandung dengan sistem kolaborasi dengan warga, komunitas dan seluruh perangkat kota seperti kepolisian, TNI, dan kejaksaan.

Emil juga menyampaikan bahwa pemerintahannya tetap melaksanakan program jangka panjang seperti membuat monorel, up grade taman kota, membiasakan budaya bersepeda, memungut sampah, berpakaian daerah, hingga wajib berbahasa Sunda.

Program-program inilah yang dinilai Forum Walikota Se-Dunia merupakan gebrakan yang positif dari diri seorang Ridwan Kamil. Hal ini jugalah yang kemudian membuat arsitektur alumni ITB ini meraih gelar prestisius itu.

Setidaknya, berbagai prestasi berikut adalah gambaran betapa Kang Emil adalah pemimpin dengan gagasan cemerlang dan kerja brilian.

Pembangunan 600 Taman Tematik

600 taman untuk mengembalikan wajah kota bandung seperti dulu kala hingga bandung menjadi sebutan kota kembang. Cara yang dipakai Kang Emil adalah membangun 600 taman tematik. Taman – taman tersebut diantaranya adalah Pustaka Bunga, Taman Fotografi, Taman Jomblo, Taman Skatepark, Taman Persib, Taman Pasupati, Taman Jurnalistik, Taman Gamers, Taman Futsal/Sepak Bola, Taman Quran, Taman Sejarah, Taman Musik, Taman Dzikir, Taman Fotografi, Taman Baca, Taman Baca, Taman Soekarno, Taman Patung, Taman Beladiri, Taman Sejarah Bandung.

Bandung Fun Day

Setiap hari di pagi hari, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, selalu mengingatkan warganya tentang tema di hari itu melalui Twitter.Setiap hari Senin ada bus Damri gratis. Semua jurusan bus Damri gratis bagi pelajar berseragam.

Hari lain yang sudah memiliki tema, yakni hari Rabu dengan tema ‘Rebo Nyunda’ atau Rabu berbahasa Sunda. Setiap hari Rabu, warga Bandung disarankan menggunakan bahasa Sunda, memakai iket sunda untuk laki-laki dan kebaya atau karembong untuk perempuan. Untuk hari Rabu, ini sudah menjadi kebijakan wali kota sebelumnya Dada Rosada.

Sedangkan hari Kamis, Emil mulai mengkampanyekan penggunaan Bahasa Inggris dalam berkomunikasi. Kampanyenya tersebut dinamai ‘Kamis Inggris’.

Sementara hari yang selalu gencar dikampanyekan Emill yakni ‘Jumat Bersepeda’. Setiap hari Jumat, disarankan warga Bandung beraktivitas dengan menggunakan sepeda.

Bus Sekolah Gratis Bergambar Menarik

Untuk mengurangi volume kendaraan di jalan, Pemkot Bandung membuat bus khusus pelajar tanpa tarif alias gratis. Bus berkapasitas 70 penumpang ini rencananya akan dioperasikan pertengahan tahun ini. Bus warna kuning ini juga ditempeli stiker gambar binatang seperti badak dan monyet. Tujuannya, untuk mengedukasi siswa atau siswi tentang binatang karena saat ini banyak hewan yang nyaris punah.

Angklung (Angkot Keliling Bandung)

Angkota yang baru saja diluncurkan oleh pemerintah kota Bandung ini akan digunakan sebagai Angkot Wisata kota Bandung. Angkot ini memang cukup unik dan membuat orang penasaran. Selain menarik juga sopirnya memakai seragam dan terjamin keamananya.

Bandung Bebas Asap Rokok

Meski kecil, rokok juga menyebabkan polusi udara. Emil lantas menerapkan aturan Selasa Tanpa Rokok. Menurut dia, program ini baru sebatas ajakan kepada warganya. Tidak ada unsur paksaan. Melalui Selasa Tanpa Rokok, diharapkan pesan akan kesehatan untuk pribadi dan lingkungan kota bisa terjaga. “Kita sifatnya hanya soft dulu. Tes masyarakat. Dan sejauh ini respon dari masyarakat selalu bagus, kecuali Farhat Abbas mungkin,” seloroh Emil.

Parkir Modern Sistem Prabayar

Sempitnya jalanan di Bandung membuat pemandangan parkir liar mudah ditemukan. Padahal, parkir liar membuka peluang kebocoran retribusi. Lantas Emil membuat konsep parkir prabayar. Sebagai tahap awal, program ini diujicoba di Jl Braga. Di sana sudah ada empat alat mirip kotak pos yang mendukung program ini.

Cara kerjanya adalah bagi para pengendara ketika memarkirkan kendaraan sesuai dengan marka parkir, selanjutnya diarahkan ke terminal parkir tempat box berada. Pengendara kemudian memasukkan nomor kendaraan dengan memencet tombol yang disediakan pada box.

Berikutnya, pelanggan memasukkan uang pecahan berupa koin Rp 500 atau Rp 1.000 sesuai dengan tarif waktu parkir yang sudah diperkirakan, yakni Rp 2.000 untuk dua jam pertama, dan Rp 2.000 untuk dua jam selanjutnya.

Ketika sudah memasukkan koin, karcis parkir akan keluar dari dalam box. Pada karcis itu bakal tertera jam masuk. Pelanggan yang sudah mengambil karcis harus menaruhnya di atas dashboard kendaraan.

BandRoS (Bandung Tour On The Bus)

Bbandros adalab Bus wisata yang melayani kota bandung. Bus wisata ini memiliki dua tingkat, sama halnya dengan beberapa kota didunia yang memiliki bus wisata untuk memudahkan pelancong berkeliling kota Bandung. Ini adalah terobosoan Kang Emil di bidang Transportasi Umum.

Braga Culinary Night (BCN)

Rasanya sangat bosan bila ke Bandung hanya untuk belanja ke Factory Outlet. Emil lantas menawarkan hiburan baru buat wisatawan di Bandung. Yakni Braga Culinary Night (BCN). Pasar kuliner ini digelar setiap malam minggu, dan dimulai pekan ini. Di sana bisa ditemukan hidangan makanan lezat dari kelas bawah sampai atas akan tersaji. Kegiatan ini dimulai pukul 18.00-02.00 WIB. Berbagai stand akan berdiri di BCN dan menawarkan sajian makanan yang tentu menggiurkan.

 Semua Pejabat Memiliki Akun Twitter

Pria berkacamatan ini juga menularkan cara efektif melalui media sosial untuk berinteraksi langsung dengan warga Bandung dan aparat pemerintahan. Untuk menunjang hal itu, menurut dia, rapat tidak perlu digelar setiap hari. Dengan melalui media sosial Twitter, pejabat pemerintahan bisa membicarakan masalah dan penanganan Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung menyediakan 4.000 lebih wifi yang tersebar di beberapa wilayah untuk memudahkan warga dan perangkat pemerintahan berinteraksi.

Bandung Terkoneksi Internet

Dia sudah menandatangani kerjasama dengan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) untuk mensukseskan Bandung Terkoneksi Internet. Bentuk kerjasama ini dilakukan agar Bandung memiliki koneksi internet dalam berbagai layanan seperti ruang publik, transportasi, bahkan tempat ibadah.

“Saya ingin jadikan Bandung ini sebagai smart city, sehingga kota ini harus terhubung dengan internet. Saya ingin Bandung seperti Soel (Ibu Kota Korea Selatan) yang memiliki koneksi tinggi,” terang Emil.

Konsep smart city ini menurut dia, dimaksudkan untuk mempermudah segala urusan dengan dukungan konektivitas tinggi dari pemanfaatan Teknologi Informasi (TI). Cara ini juga untuk memberikan dampak praktis untuk warga Bandung.

Bersepeda ke Kantor

Kang Emil dalam beraktivitas menuju kantornya di Balai Kota Bandung, ia mengendarai sepeda dari rumah pribadinya di Jalan Cigadung Selatan No 7 Bandung. Meski Jarak yang dia tempuh dari rumah pribadi ke Balai Kota sekitar 5 km namun tetap tak mengurungkan niatnya besepeda setiap hari kekantor. Hal ini pada akhirnya membuat banyak pejabat lainya mengikuti apa yang dia lakukan.

Masih banyak terobosan lainnya yang dilakukan oleh Ridwan Kamil di tahun pertamanya sebagai pemimpin kota Bandung. Kita lihat apa yang akan dilakukan oleh inisiator taman jomblo ini untuk membuat Bandung Juara.

Redaktur : Dwi Purnawan (Ikuti di twitter @dwi_itudua)

.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here