Raeni saat berbincang di acara Indonesia Morning Show di Net TV, Kamis (12/6/2014).
Raeni saat berbincang di acara Indonesia Morning Show di Net TV, Kamis (12/6/2014).
Raeni saat berbincang di acara Indonesia Morning Show di Net TV, Kamis (12/6/2014).
Raeni saat berbincang di acara Indonesia Morning Show di Net TV, Kamis (12/6/2014).

Semarang, Jowonews.com – Raeni, wisudawan terbaik Universitas Negeri Semarang (Unnes) tahun 2014 ini mendadak populer akhir – akhir ini. Masyarakat, tokoh, media nasional maupun internasional pun mengapresiasi Raeni sebagai mahasiswi yang cerdas. Ditengah keterbatasan keluarganya yang hanya mengandalkan sang ayah sebagai tukang becak di Langenharjo, Kendal, Jawa Tengah, Raeni mampu meyakinkan banyak pihak bahwa meski terbatas, dirinya mampu menjadi yang terbaik di kampus terbaik.

Seperti diberitakan diberbagai media nasional, selain mengandalkan mata pencahariannya sebagai tukang becak, sang ayah yang bernama Mugiyono itu juga menambah penghasilan keluarganya dengan menjadi petugas keamanan di siang harinya. Sementara sang ibu hanya sebagai ibu rumah tangga. Namun demikian, hal itu tak membuat Raeni patah arang, justru keterbatasan itu menjadikan motivasi untuk masuk ke perguruan tinggi favoritnya, Unnes, melalui jalur beasiswa bidikmisi.

Saat menjadi mahasiswa pun, Raeni dikenal sebagai pribadi yang haus akan ilmi, namun mampu bersosialisasi dengan baik. “Saya kenal beliau itu saat kebetulan saya menjadi mentor dari Raeni yang ikut mentoring Agama Islam bersama saya, dan beliau adalah orang yang saya kenal powerfull,” kenang Rizky Nurul Amalia, teman Raeni sekaligus guru ngaji Raeni semasa di kampus, saat mengisahkan kebersamaannya bersama mahasiswi dengan IPK 3,96 itu.

Lebih lanjut, Rizky yang saat ini sedang menyelesaikan thesis di Program Studi Bahasa Inggris Pascasarjana Unnes ini menilai bahwa sosok Raeni memang dikenal aktif, cerdas, namun tetap komitmen untuk melaksanakan segala program yang dijalankan, termasuk program mentoring mahasiswa bidik misi.

“Ditengah – tengah kesibukannya, kadang dipanggil dekan, atau sibuk di kampus, Raeni tetep komitmen datang ngaji, sehingga terus terang saya salut sama Raeni, bukan hanya sekedar ilmu duniawi yang ia cari, tetapi ilmu akhirat juga ia terus cari, ” tandasnya.

Sementara itu, Rektor Unnes, Fathur Rokhman juga memberikan perhatian khusus kepada mahasiswi alumni Unnes ini. Menurut Fathur, Raeni telah memberikan pesan penting tentang pendidikan

“Di luar itu, yang paling penting dari diri Raeni dalah tentang pentingnya kesungguhan. Dia membuktikan kepada kita semua, kondisi keluarga yang berkekurangan tidak jadi kendala jika diiringi dengan tekad yang kuat,” katanya, seperti dilansir dari laman resmi Unnes.

Raeni sendiri, usai mendapatkan predikat sebagai mahasiswa terbaik Unnes dan mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan, akan terus melanjutkan studinya, yang rencananya akan dilanjutkan di luar negeri. Selain itu, secara khusus Raeni juga memiliki keinginan menjadi dosen di Unnes. “Selain itu, keinginan saya adalah menghajikan orang tua,” kata Raeni saat berbincang di salah satu stasiun televisi swasta nasional

Seperti diberitakan di Jowonews sebelumnya, Raeni adalah wisudawan terbaik Unnes pada wisuda periode II 2014 dengan IPK 3.96. Ayahnya, Mugiyono, adalah tukang becak dengan penghasilan Rp10-50 ribu per hari. Untuk menambah penghasilan Mugiyono bekerja sebagai penjaga malam sebuah sekolah dengan gaji Rp450 ribu per bulan. Yang cukup unik dan akhirnya menjadi pemberitaan yang bombastis adalah saat Raeni ikut wisuda Unnes dengan diantarkan becak oleh ayahnya.

Redaktur : Dwi Purnawan (Ikuti di Twitter @dwi_itudua)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here