Rambut Gimbal Dieng. (Foto : Teguh)
Rambut Gimbal Dieng. (Foto : Teguh)
Rambut Gimbal Dieng. (Foto : Teguh)
Rambut Gimbal Dieng. (Foto : Teguh)

Banjarnegara, Jowonews.com – Dataran tinggi Dieng menggelar even budaya istimewa dan beruntunglah wisatawan yang menghadirinya. Warga Dieng meruwat anak-anak berambut gimbal. Ini bukan mareka bergaya reggae, namun itu keistimewaan alami di sana.

Rambut gimbal bagi anak di Dataran Tinggi Dieng bukanlah gaya yang diikuti, tapi rambut yang sudah terbentuk dengan alami. Bagi mereka memiliki rambut gimbal merupakan suatu keistimewaan dibanding anak dengan rambut umumnya.

Rambut gimbal anak-anak istimewa itu harus dipotong dalam sebuah upacara ruwatan. Ruwatan ini menjadi salah satu acara dalam Dieng Culture Festival (DCF) IV 2014, awal Agustus ini.

Masyarakat di sekitar dataran tinggi Dieng, Wonosobo dan Banjarnegara Jawa Tengah, percaya bahwa rambut gimbal pada seorang anak harus dipotong. Dalam mitos yang berkembang di sana, anak yang berambut gimbal akan membawa kesulitan bahkan malapetaka jika tidak diruwat. Namun sebaliknya, jika diruwat anak justru bisa mendatangkan rizki yang tiada habisnya.

Ritual rambut gimbal seperti yang dilakukan penduduk Dieng juga tidak bisa ditelaah secara ilmiah. Ada berbagai mitos yang tidak masuk akal dalam upacara tersebut. Salah satunya, penduduk menganggap anak berambut gimbal merupakan keturunan Ki Kolodete, tokoh spiritual yang selama puluhan tahun hidup dalam keyakinan penduduk.

Diketahui, Ki Kolodete sendiri dianggap sebagai turunan Kurawa yang hidup pada zaman dewa. Dalam sebuah kisah ia bersumpah tidak akan memotong rambutnya sebelum desa yang dibangunnya makmur.

Ki Kolodete berpesan agar setiap anak yang memiliki rambut gimbal diperlakukan istimewa. Bahkan orang tua harus menyediakan apapun yang diminta anak ketika diruwat. Jika orang tua ingkar anak akan sakit-sakitan bahkan berujung pada kematian.

Hingga sekarang, keberadaan rambut gimbal masih sebuah misteri di Dataran Tinggi Dieng. Sejauh ini belum ada penelitian medis mengenai fenomena tersebut. Tapi dibalik itu semua, ruwatan cukur rambut gembel yang telah membudaya mampu menjadi daya tarik pariwisata Jawa Tengah, khususnya di Wonosobo dan Banjarnegara. Pemda setempat membuat event Dieng Culture Festival, dan tahun ini baru usai dilaksanakan awal Agustus ini.

Redaktur : DWI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here