bakso balungan demak (Foto : IST)
bakso balungan demak (Foto : IST)
bakso balungan demak (Foto : IST)
bakso balungan demak (Foto : IST)

Demak, Jowonews.com—Saat menikmati agenda wisata religi di Kota Wali, Demak, pastilah makam Sunan Kalijaga dan Masjid Agung Demak yang akan dituju. Namun, belum mantap jika pulang dari berwisata dengan tangan hampa atau tanpa cerita yang berkesan.

Di kedua tempat tersebut, Makam Kalijaga dan Masjid Agung Demak, terdapat pedagang souvenir yang menjual aneka kerajinan khas dari Kota Wali. Seperti beduk, tasbih, dan aneka kerajinan lainnya. Selain itu, untuk melengkapi sensi perjalanan wisata religi di kota di sebelah timur Kota Semarang ini, wisatawan dapat menyantap kuliner khas Kabupaten Demak. Yaitu Bakso Balungan.

Bakso balungan khas Demak tak ubahnya bakso pada umumnya. Hanya saja, makanan dari China yang satu ini dalam penyajiannya dicampur dengan irisan balung atau kerbau. Biasanya tulang iga, tulang belakang, dan ekor. Sehingga disebutlah Bakso Balungan.

Dalam riwayatnya, tidak diketahui pasti siapa pelopor bakso banlungan, namun makanan yang mudah dijumpai di berbagai kota ini kali pertama dibuat oleh warga Desa Singorejo, Demak. Semula, tulang yang digunakan adalah tulang kambing. Namun, seiring berjalannya waktu, tulang kambing digantikan dengan tulang kerbau.

Menurut penjual setempat, alasan lain dipilihnya tulang kerbau lantaran untuk mndapatkan tulang sapi lebih banyak harus mendatangkan dari Kota Salatiga. Sehingga, tulang sampai di Kabupaten yang sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Jepara ini sudah tidak lagi fresh.

Saat musim Liburan, biasanya pedagang setempat meraup keuntungan banyak, bahkan dapat menghabiskan 50 Kg tulang dalam sehari.

Hmm, perlu dicoba ini kuliner.

Redaktur : Dwi 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here