Sosialisasi pertanian berbasis pendidikan di Karanganyar.
Sosialisasi pertanian berbasis pendidikan di Karanganyar.

Jowonews.com, KARANGANYAR—Momentum peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh pada Rabu (24/9/2014) dipastikan akan menjadi harinya para petani nasional, terutama di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Diketahui, Hari tani merupakan momentum peringatan untuk menghormati jasa petani yang menyediakan kebutuhan pangan sekitar 230.000.000 penduduk Indonesia.

“Melihat momentum tersebut, atas nama  masyarakat petani yang terdapat di Kabupaten Karanganyar, hendak mengadakan sinergisitas dengan berbagai pihak guna menemukan penyelesaian menyeluruh dan terpadu terhadap permasalahan pertanian,” ungkap Tri Hartanto, salah satu inisiator hari tani di Karanganyar, Selasa (23/9/2014).

Lebih lanjut, tri menyampaikan bahwa ada Empat agenda utama untuk mewujudkan cita-cita tersebut. “Antara lain Workshop pengolahan sampah,  Dialog Interaktif dan Ikrar dan Deklarasi Produksi serta Konsumsi Pangan Lokal dan Organik dengan puncaknya adalah syukuran 1000 tumpeng dari para petani, yang akan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Karanganyar,” katanya.

Rencananya, dikatakan Tri, acara pagi hari bertempat di SMPN 1 Karanganyar, kami mengadakan Workshop Pengolahan  -Sampah Organik menjadi pupuk yang melibatkan siswa SMP Negeri se – Kota Kabupaten Karanganyar. “Kemudian ada deklarasi pembentukan Komunitas PERNIK (PEMUDA ORGANIK) sebagai agen-agen muda penghijauan dan pengolahan sampah juga dilakukan ditempat yang sama ,” kata alumni Univeritas Negeri Semarang (Unnes) ini.

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar akan praktik langsung bagaimana mengolah sampah organik menjadi pupuk organik. Bagaimana memanfaatkan pupuk untuk pembenihan tanaman. Harapannya dengan kegiatan ini terbentuk memory bahwa sampah merupakan masalah besar yang dapat diselesaikan bahkan menjadi bermanfaat dengan tindakan kecil kolektif. “Kesadaran lingkungan dan penghargaan terhadap petani meningkat dengan mereka terjun langsung dalam pertanian sekala kecil menggunakan polybag,” jelasnya.

Sementara, acara pada malam hari dihadapan Bupati dan petani digelar dialog yang dikemas dalam “sarasehan” sebagai sebuah suguhan dialog kelas petani saat membicarakan nasib mereka. Hadir dalam diskusi tersebut Dr. Soetanto, DEA (Pembantu Dekan 1 FMIPA UNS), Baharudin Anshori (Ketua Jamaah Produksi Qorriyah Thoyibah), Amhad Muqowam (Ketua Pansus UU Desa) dan Siti Maesaroh (Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar).

“Agenda di malam hari itu membahas tentang pendidikan ideal petani di desa, kesejahteraan dan pola pembangunan di desa. Mempertemukan praktisi, akademisi, dan pengambil kebijakan dengan harapan akan tercipta pola ideal tentang pendidikan dan regenerasi petani, produktifitas petani, serta pola penerapan UU Desa yang partisipatif sehingga petani menjadi bagian penting dalam pembangunan desa.

Acara dilanjutkan dengan penghargaan dari Bupati terhadap Petani Muda, sebagai bentuk penghormatan terhadap generasi muda yang mau bertani dengan menggunakan metode ilmiah. Harapan kami petani dapat menjadi profesi yang lebih dihormati dan diminati. Sebagai kongklusi dari berbagai hal yang telah dibahas dan dilakukan, hari tani menjadi momentum peresmian koperasi produksi Berkah Tani Indonesia yang mengorganisir Manajemen Rantai Pasokan dan deklarasi Petani Organik.

“Sebagai bentuk rasa syukur penutupan acara diadakan arak-arakan 1000 tumpeng organik yang menjadi simbol kesejahteraan bumi intan pari Karanganyar. Tumpeng yang dibawa oleh para kelompok tani di Karanganyar dipotong oleh Bupati secara simbolis, serta dilanjutkan makan bersama seluruh peserta,” pungkasnya. (DWI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here