Jembatan Timbang Batang (Foto : Tribun)
Jembatan Timbang Batang (Foto : Tribun)
Jembatan Timbang Batang (Foto : Tribun)
Jembatan Timbang Batang (Foto : Tribun)

SEMARANG, Jowonews.com—Kasus pungutan liar (pungli) di jembatan timbang (JT) yang berhasil diungkap Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo berdampak luas. Pemprov dipastikan kehilangan pendapatan asli daerah (PAD) mencapai puluhan miliar rupiah.

Hilangnya potensi pendapatan itu setelah 16 JT se-Jateng ditutup gubernur sejak bulan Mei, guna dilakukan penataan. Sehingga diharapkan kedepan tidak lagi terjadi pungli di JT, yang dipimpin oleh Kepala Dishubkominfo Urip Sihabudin itu.

Menurut Kabid Retribusi dan Penerimaan Lain-lain Dinas Pengelolaan dan Pendapatan Aset Daerah (DPPAD), Dyah Poesptasari, untuk penerimaan target pendapatan dari denda kelebihan muatan JT pada anggaran perubahan memang tidak ditarget.

Langkah itu menyusul penutupan seluruh JT sejak bulan Mei. Sedangkan target pada anggaran murni 2014, dilakukan penyesuaian. “Sampai bulan Mei, efektif 4 bulan sudah masuk ke kas daerah Rp 13, 1 miliar dari denda kelebihan muatan di jembatan timbang,”ungkap Dyah,kemarin.

Dyah tidak mau menjawab saat ditanya potensi pendapatan daerah dari denda kelebihan muatan seandainya JT tidak ditutup karena pungli itu. Ia minta wartawan menanyakan langsung ke dishubkominfo. “Tanya ke dishub saja. Kita tidak bisa menjelaskan,”elaknya dengan tertawa kecil.

Meski tidak mau menjawab jumlah potensi pendapatan yang bisa masuk ke kas daerah seandainya JT tidak ditutup, Dyah memastikan adanya potensi yang hilang. Berdasarkan kalkulasi kasar, kalau 4 bulan saja bisa ada uang denda sampai Rp 13,1 M, maka diperkirakan dalam 8 bulan penutupan, harusnya ada potensi sekitar Rp 26,2 M. “Tapi yang penting sekarang tidak ada yang masuk ke kantong pribadi,”tukasnya.

Sayang sampai berita ini ditulis, Kepala Dishubkominfo Urip Sihabudin belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi ponselnya, meski terdengar nada aktif tidak diangkat. Tapi langsung dimatikan. Begitu juga saat di sms juga tidak dibalas.

Sebagaimana pernah diberitakan, bulan Mei lalu Gubernur Ganjar Pranowo menutup semua JT di Jateng. Langkah itu dilakukan setelah gubernur memergoki langsung pungi di JT di wilayah Batang. (AS-JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here