Pembangunan Infrastuktur Jateng. (Foto : Pemprov Jateng)
Pembangunan Infrastuktur Jateng. (Foto : Pemprov Jateng)
Pembangunan Infrastuktur Jateng. (Foto : Pemprov Jateng)
Pembangunan Infrastuktur Jateng. (Foto : Pemprov Jateng)

Semarang, Jowonews.com—Pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah tahun depan akan mengalami peningkatan yang sangat pesat. Pasalnya, anggaran belanja langsung di Pekerjaan Umum mengalami kenaikan 100 persen lebih bila dibanding tahun 2014.

Menurut Gubernur Ganjar Pranowo, kenaikan anggaran di PU itu adalah untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur. Sebab infrastruktur di Jateng tertinggal jauh dari provinsi lainnya. “Jateng harus kejar ketertinggalan infrastruktur,”tukasnya, Minggu (13/10).

Diketahui, berdasarkan KUA PPAS 2015, alokasi belanja langsung pada Pekerjaan Umum pada tahun anggaran 2014 Perubahan sebesar Rp 1,229 T.  Pada  KUA PPAS 2015 naikmenjadi Rp 2,370 T. Rinciannya adalah Dinas Bina Marga pada tahun 2014 Perubahan  sebesar Rp 1,008 T, pada KUA-PPAS 2015 memperoleh alokasi sebesar Rp 2,145 T.

Sementara, Dinas PSDA pada taun 2014 Rp 158,118 M, pada tahun 2015 menjadi Rp 150,013 M dan Dinas Cipta Karya pada tahun 2014 Rp 62,609 M, pada tahun 2015 menjadi Rp 74,981 M. Atas peningkatan lebih dari 100 persen itu, patut ditelusuri apakah besarnya peningkatan ini benar-benar untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk mendukung pengembangan wilayah. Yaitu sesuai salah satu prioritas pembangunan 2015.

Walaupun belanja langsung di PU mengalami peningkatan mencapai 100 persen lebih, alokasi belanja langsung pada beberapa urusan/dinas di pemprov Jateng, pada tahun anggaran 2015 dipastikan juga mengalami penurunan bila dibanding tahun 2014.

Yang menarik dan patut dicermati, berdasarkan KUA PPAS,beberapa urusan/dinas yang alokasi belanja langsungnya mengalami penurunan adalah urusan/dinas strategis yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan prioritas pembangunan tahun 2015. Antar alain Dinas Pendidikan tahun 2014 Rp 207,066 M, pada tahun 2015 direncanakan hanya Rp 196,058 M. Kesehatan tahun 2014 Rp 1,401 T, pada tahun 2015 menjadi Rp 1,258 T.

Koperasi dan UKM tahun 2014 Rp 44,774 M, pada tahun 2015 menjadi Rp 36, 538 M. Pertanian Rp 228,488 M tahun 2015 menjadi Rp 177,098 M. Energi dan Sumber Daya Mineral pada tahun 2014 Rp 67,334 M pada tahun 2015 menjadi Rp 55,337 M. Dinas Perindustrian tahun 2014 Rp 78,621 M pada than 2015 menjadi Rp 75,000 M.

Sementara itu Plt Sekda Jateng Sri Puryono menyampaikan pembahasan anggaran itu belum final. Sekarang masih terus dikaji. “Kami berupaya proporsional dalam pengalokasian anggaran. Yaitu sesuai skala prioritas RKPD dan RPJMD,”jelasnya. (AS-JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here