Gedung Berlian DPRD Jateng. (Foto : Simpanglima.wordpress)
Gedung Berlian DPRD Jateng. (Foto : Simpanglima.wordpress)

Gedung Berlian DPRD Jateng. (Foto : Simpanglima.wordpress)
Gedung Berlian DPRD Jateng. (Foto : Simpanglima.wordpress)

Semarang, Jowonews.com—Motivasi anggota panitia khusus (Pansus) tata tertib (tatib) DPRD Jateng melakukan studi banding/konsultasi patut dipertanyakan. Pasalnya, motifasinya diduga tidak mencari referensi, tapi hanya mencari lungsum.

Ketua DPRD Jateng Rukma Setya Budi saat dikonfirmasi wartawan tidak mau memberi jawaban pasti. Termasuk konsultasi yang dilakukan 3 kali dalam jangka 15 hari. Wartawan diminta langsung tanya ke ketua pansus. “Itu bukan kewenangan saya mas. Tanya langsung ke anggota atau ketua pansus,”tukasnya.

Ketua Pansus Tatib Sriyanto Saputro saat dikonfirmasi wartawan mengaku kalau pansus yang dipimpinnya sudah melakukan konsultasi/studi banding 2 kali. Kalau sama yang ke Surabaya tanggal 13-14 berarti total dilakukan studi banding sebanyak 3 kali.

Semenjak dibentuk, waktunya ternyata lebih banyak untuk ‘plesir’, yang dikemas dalam studi banding/konsultasi. Dalam kurun 15 hari ini saja, mereka melakukan konsultasi/studi banding keluar daerah sampai 3 kali. Sehingga uang jutaan rupiah, dipastikan masuk ke kantong anggota dewan.

Tiga kali ‘plesir’ yang dikemas konsultasi/studi banding itu yang pertama tanggal 30 September-2 Oktober. 20 anggota pansus melakukan konsultasi ke dirjen otda depdagri dan DPRD Jakarta. Yang kedua dilakukan tanggal 7-8 Oktober. Pansus melakukan konsultasi ke biro hukum depdagri.

Terakhir sejak Senin (13/10)-Selasa (14/10) hari ini, 20 anggota pansus tatib kembali melakukan studi banding ke DPRD Jatim. Sehingga sejak 30 September-14 Oktober, dalam kurun 15 hari anggota pansus tatib sudah melakukan ‘plesir’ yang dikemas studi banding/konsultasi 3 kali.

Kalau dihitung hari berdasarkan lama studi banding/konsultasi itu, maka untuk studi banding/konsultasi sudah menelan waktu 7 hari.  Karuan saja, banyak pihak menilai, motivasi studi banding/konsultasi itu bukan mencari ilmu/referensi. Tapi untuk mencari tambahan penghasilan. Apalagi anggaran konsultasi DPRD dalam 1 tahun ini memang cukup besar. (AS-JN01)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here