Ganjar Pranowo Gubernur Jateng (Foto : IST)
Ganjar Pranowo Gubernur Jateng (Foto : IST)
Ganjar Pranowo Gubernur Jateng (Foto : IST)
Ganjar Pranowo Gubernur Jateng (Foto : IST)

Semarang, Jowonews.com – Setelah ada reaksi keras dari berbagai kalangan terkait rencana pemprov mengajak ‘plesir’ 5 wartawan ke Jerman, pada awal Nopember mendatang direspon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Pasalnya, Ganjar dipastikan telah membatalkan rencana tersebut.

Hal itu disampaikan Ganjar saat dikonfirmasi Jowonews melalui ponselnya, Senin (13/10) kemarin. Dimana Jowonews menanyakan kepastian apakah rencana ngajak 5 wartawan ke Jerman jadi dilaksanakan apa tidak.  “Tdk (tidak-red),”jawab Ganjar, pendek.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pempov Jateng akan mengajak ‘plesir’ 5 wartawan media cetak dan on line ke Jerman, pada awal Nopember 2014. Plesir yang dikemas dalam kegiatan orientasi jurnalistik itu menuai kecaman dari masyarakat luas, khususnya insan pers.

Pasalnya, selain dicurigai sebagai bentuk pembungkaman terhadap wartawan, kegiatan itu ternyata didanai dengan dana APBD Perubahan  Jateng TA 2014. Sehingga wartawan yang diajak ‘plesir’ dipastikan tidak akan mengeluarkan uang sepeser pun.

 Diketahui, kelima wartawan yang akan di’plesirkan’ berdasarkan surat yang dikirim oleh pemprov masing-masing adalah Anton Sudibyo (Suara Merdeka), Raka F Pujangga (Tribun Jateng), Ricky Fitriyanto (Radar Semarang), Rekotomo (LKBN Antara) dan Hendriyono Widhi (Kompas).

Semua kebutuhan akomodasi yang diperkirakan menghabiskan ratusan juta rupiah, akan ditanggung dana APBD Jateng. Untuk kegiatan itu, pemprov Jateng telah mengirim surat resmi ke media yang wartawannya akan diajak ke Jerman.

 Para wartawan diminta segera mengirimkan paspor. Sedangkan yang belum punya diminta segera mengirimkan foto kopy KTP, Kartu Keluarga (KK) sebanyak 1 lembar sebagai persyaratan sebagai peserta. Persyaratan itu diminta dikirim kepada Plt Sekda Jateng, paling lambat Rabu (8/10) kemarin.

 Langkah pemprov itu langsung mendapat reaksi keras dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang. Melalui pers releasenya, AJI mengaku telah mendengar rencana pemprov tersebut. “Aliansi Jurnalis Independen Semarang telah mendengarpemprov Jateng akan memberangkatkan sejumlah wartawan ke Jerman. AJI dengan tegas menolak, apalagi dengan biaya APBD, tegas Ketua AJI Semarang Rofiuddin, Rabu (8/10).

 Sementara itu pengamat politik dari Undip M Yulianto menyarankan Gubernur Jateng H Ganjar. “Gubernur Jateng saatnya perbaiki media relations,”ungkapnya, Senin (13/10) kemarin.

Perbaikan itu dapat dilakukan dengan langkah-langkah diantaranya komunikasi antar person dengan wartawan lebih dekat, terbuka dan non prejudice. Langkah itu penting agar terjalin saling pengertian.

Kebijakan media relations harus  mengedepankan aspek ekuivalensi dan perlakuan sama dgn wartawan dan medianya. “contoh pemberangkatan beberapa wartawan ke Jerman menimbulkan peta kompli antar wartawan sehingga berdampak buruk pada gubernur,”paparnya.

 Apabila gubernur ingin memberi kontribusi atau menghapus segala kontribusi kepada wartawan, hendaknya disampaikan terbuka dan elegan. Langkah ini agar tidak menyakiti perasaan para jurnalis. Lebih lanjut Yulianto menyarankan, akan lebih bijaksana relasi gubernur dengan wartawan dalam kearifan. “Gubernur sekarang kadang terasa angkuh di depan awak media,”jelasnya.

Sementara, wartawan juga perlu menjaga independensi dengan tidak perlu “mengiba-iba” diri kepada gubernur. “Misalnya hanya sekadar untuk memperoleh bantuan fasilitas operasional,”pungkasnya. (AS-JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here