foto ilustrasi : www.sayurmarket.blogspot.com
foto ilustrasi : www.sayurmarket.blogspot.com

Semarang, Jowonews-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjajaki dibangunnya industri angkutan pedesaan. Penjajakan itu dikemukakan setelah mendengarkan paparan dari PT Viar yang hendak membangun industri otomotif sektor tersebut di Jateng.

“Saya tertarik dengan produksi ini, tidak hanya mobilnya, tapi proses pembauatnnya, pasokan komponennya, yang semuanya dari Jawa Tengah, kalau ini dibisa dilaksanakan akan menjadi kekuatan bagi Jateng,” kata Ganjar di ruang kerjanya di Semarang, kemarin.

Menurut Ganjar, kalau industri dikembangkan, bisa menjadi embrio yang serius untuk membuat industri otomotif asli Jawa Tengah. “Tidak hanya produknya, tapi komponen, jaringan pemasarannya, tapi juga pembiayannya,” kata dia.

Ganjar menyatakan, memang angkutan pedasaan itu sangat dibutuhkan di Jateng, paling tidak bisa digunakan untuk mengangkut hasil-hasil pertanian di wilayah ini.

“Kalau angkutan desa ini bisa diproduksi, akan membantu pembangunan di Jateng,” ujar politikus PDIP ini.

Memang, lanjut Ganjar, hambatan yang selama ini dianataranya soal persediaan bahan baku, pajak, dan sebagainya.

“Tapi kalau kualitas yang diproduksi bisa bersaing, bisa dibuatkan regulasi khusus soal pajak tersebut, kami siap negoiasi sendiri dengan pemerintah pusat,” kata dia.

Manajer Research and Development PT Viar, Sugiantoro mengatakan, pihaknya akan menggandeng setidaknya 11 industri kecil menengah (IKM) untuk memenuhi komponen mobil angkutan pedasaan yang akan diproduksi itu.

“Kita membuat mobil angkutan desa itu sesuai anjuran program pemerintah, yakni kendaraan angkutan umum dengan harga murah,” kata dia.

Dikatakan dia, saat ini sudah tiga prototype mobil angkutan pedesaan itu, mobil itu dengan kecepatan 1.000 cc, untuk sementara masih menggunakan bahan bakar premium, meskipun kedepan rencananya akan dikembangkan bahan bakar bio dissel.

“Pada November nanti kami harapkan bisa diujicoba,” kata dia.

Rencananya, produksi mobi itu akan dibuat di Solo. Memang, diakauinya, kendala yang dihadapi adalah soal bahan baku murah yang setara dengan standar internasional.

“Kalau nanti bisa menggendeng IKM, saya kira bisa membantu mereka, kalau bisa dikembangkan di Jateng akan bisa meningkatkan pendapatan asli daerah,” katanya.

Sugiantoro menginginkan mobil nasional ini tidak menguntungkan perusahannya saja, tapi juga IKM di Jateng. “Secara kualitas juga tidak kalah dari barang impor,”ujarnya.

IKM yang akan digandeng itu rencananya akan memasok komponen yakni, chasis (Tegal), karet (Semarang), karoseri (Kabupaten Semarang), dan knalpot (Purbalingga).

Kendati demikian, kata dia, komponen yang belum bisa dipenuhi dari dalam negeri itu adalah mesin. Sehingga saat ini mesinnya akan diimpor dari China.

“Rencananya kami akan mendatangkan mesin dari China yang boleh dibedah. Sehingga dua tahun berikutnya, target kami sudah bisa membuat mesin sendiri,”pungkasnya(AS-JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here