illustrasi foto: www.mediasemarang.blogspot.com
illustrasi foto: www.mediasemarang.blogspot.com

Semarang, Jowomews- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) diharapkan mempercepat pengembangan Bandara Internasional A Yani Semarang. Pasalnya, pengembangan bandara A Yani, dipastikan akan mempercepat kemajuan Jateng.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Jateng, Hadi Santoso.”Dengan pengembangan bandara ini akan mengangkat berbagai potensi di Jateng,”ungkapnya.

Menurutnya, rencana pengembangan yang sudah berlangung sejak zaman gubernur Mardiyanto harus segera rampung untuk mengembangkan Jateng.

“Ini sudah tiga periode gubernur. Dan saya kira harus lebih cepat terealisasi, karena masalahnya saat ini hanya tinggal di urusan teknis saja,” katanya.

Disampaikannya, pengembangan bandara sebelumnya sempat tergangu karena berbagai hal. Mulai dari lahan sampai kondisi tanah yang berair.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan, pembangunan pengembangan bandara terus dikebut meski ada lahan yang cukup lembek. Kondisi seperti ini mau tidak mau, harus ada desain ulang di titik tersebut.

“Pembangunan terus berjalan, cuma memang ada lahan yang lembek,” katanya.

Menanggapi hal tersebut Hadi Santoso menilai itu hanya masalah teknis dan bisa secepatnya dirampungkan. Apalagi pembangunan sudah berlangsung meski jauh dari target awal.

“Jika masalahnya di kontur tanah yang lembek, pemprov harus segera menyesuaikan untuk pembangunan di lahan ini. Pengembangan bandara ini bisa memaksimalkan potensi di Jateng,” tambahnya

Diu sisi lain pimpinan proyek pengembangan bandara A Yani, Ida Prihastuti mengakui adanya kesulitan mengerjakan proyek di lahan lembek. Ia mengklaim, sebenarnya sudah mengantisipasi adanya lahan berair. Tapi ia hanya ingin, memastikan pembangunan benar-benar maksimal.

“Kami sudah membangun tiang pancang 10 sampai 20 meter, tapi masih berair. Jadi harus ada desain ulang di lahan itu,” katanya usai bertemu Gubernur Jateng.

Dia mengaku, karena ada desain ulang otomatis akan ada penambahan biaya operasional. Meski begitu, ia masih belum mengatahui berapa anggaran tambahan. Yang diutamakan adalah pembangunan maksimal untuk meminimalisir kelemahan.

“Penambahan anggaran hanya untuk pekerjaan akses jalan. Karena tanah yang lembek ada di lokasi titik jalan,” tambahnya

General PT Angkasa Pura I Priyo Jatmiko mengakui harus ada redesain untuk pembangunan di lahan yang lembek. Untuk pembangunan, baru 0,72 persen dari target awal yang mestinya 2,6 persen diminggu ke 25. Molornya target, semata-mata karena masalah lahan yang berair. “Tapi kami optimis pembangunan sesuai target. Pembangunan terus dikebut,” tambahnya.(AS-JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here