PIP Semarang, foto: www.pelaut.co.vu
PIP Semarang, foto: www.pelaut.co.vu

Semarang, Jowonews.com – Pihak Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang menyatakan tidak unsur kekerasan dalam peristiwa meninggalnya Taruna tingkat II Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang Rio Arsa Kusumabahari (20). Warga  Dusun Kupang Dukuh, RT 07/ RW 02, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang itu diketahui meninggal usai apel malam di kampusnya.

Menurut Humas PIP Semarang Hartanto mengatakan saat kejadian, korban sedang mengikuti apel malam untuk pemeriksaan rutin kelengkapan. “Apel pemeriksaan perlengkapan rutin dilakukan, para taruna diminta berbaris,” katanya di kompleks kampus PIP Semarang di Jalan Singosari Semarang, Kamis (16/10).

Saat apel tersebut, menurut Hartanto, korban tiba-tiba jatuh pingsan. Pihak sekolah sendiri tidak mengetahui apakah korban memiliki penyakit sebelum meninggal. Setelah terjatuh, rekan-rekan korban saat apel tersebut langsung membawanya ke Rumah Sakit Roemani Semarang yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kampus.

Hartanto menegaskan tidak ada unsur kekerasan dalam peristiwa tersebut. “Kami sudah membatasi agar tidak terjadi kekerasan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, taruna tingkat II Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang Rio Arsa Kusumabahari (20) meninggal dunia usai mengikuti apel malam di sekolahnya tersebut. Rio sempat dilarikan ke Rumah Sakit Roemani Semarang sebelum akhirnya meninggal dunia.

Siswa asal Dusun Kupang Dukuh, RT 07/ RW 02, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, itu diketahui jatuh pingsan ketika mengikuti apel pada Rabu (15/10) malam. Para siswa diminta berbaris saat apel untuk pengecekan kamar tidur tersebut.

Korban yang berdiri paling kiri di barisan itu tiba-tiba terjatuh di tempat tidur. Korban yang diketahui pingsan langsung dibawa rekan-rekannya ke RS Roemani yang tidak jauh dari politeknik itu. (JN05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here