Gedung Berlian DPRD Jateng. (Foto : Simpanglima.wordpress)
Gedung Berlian DPRD Jateng. (Foto : Simpanglima.wordpress)

Semarang, Jowonews.com – Sebagian waktu kerja anggota DPRD Jateng 1 tahun ini akan dihabiskan untuk ‘plesiran’ yang dikemas dalam kunjungan kerja (KK) dan konsultasi, dibanding memikirkan rakyatnya. Pasalnya, anggaran ‘plesir’ itu dalam 1 tahun mencapai Rp 24,5 M.
Hal itu diungkapkan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) H Boyamin Saiman, kemarin. “Anggaran plesir dewan dalam setahun ternyata mencapai Rp 24,5 M. Ini angka yang sangat fenomenal sekali,”ungkapnya.
Anggaran sebanyak itu terlihat dalam buku APBD Jateng TA 2014. Dimana dalam buku APBD halaman 691, pada kode rekening 1.20.1.20.04.01.2913 dengan numenklatur kegiatan rapat-rapat koordinasi dan konsultasi di dalam dan luar daerah, dianggarkan Rp 5.278.231.000,00.
Disamping itu, pada buku APBD TA 2014 halaman 696 juga muncul lagi anggaran kunjungan kerja. Kode rekeningnya adalah 1.20.1.20.04.0003 dengan numenklatur kunjungan kerja. Nominal anggarannya lebih fantastis lagi, yaitu Rp 19.264.559.000,00.
“Jadi setidaknya anggaran plesir dewan mencapai kurang lebih Rp 24,5 miliar,”bebernya.
Dengan anggaran sebesar itu, masih menurut Boyamin, justru dewan tidak akan sempat memikirkan rakyatnya. Waktunya akan habis untuk plesiran yang dikemas dalam kunjungan kerja dan konsultasi.
“Ini adalah pemborosan anggaran. Konsultasi itu kan tidak perlu dilakukan ramai-ramai keluar daerah. Sekarang kan era tekhnologi. Dengan membuka internet, kita bias komunikasi dan mencari informasi dari daerah lain,”jelas pegiat korupsi yang pernah menjadi anggota dewan dari PPP ini.(AS-JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here