Jokowi saat membacakan sumpah Presiden. (Foto : Tempo)
Jokowi saat membacakan sumpah Presiden. (Foto : Tempo)
Jokowi saat membacakan sumpah Presiden. (Foto : Tempo)
Jokowi saat membacakan sumpah Presiden. (Foto : Tempo)

Semarang, Jowonews— Nonton bareng pelantikan pasangan Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo dan M. Jusuf Kalla, yang digelar di Kantor DPD PDIP Jawa Tengah Jalan Brigjen Sudiarto Semarang, Senin (20/10), ternyata sepi dan jauh dari kesan meriah.

Selain dihadiri sekitar 25 kader, acara nonton bareng pelantikan Jokowi-JK melalui layar LCD proyektor itu juga hanya dihadiri beberapa pengurus struktural DPD PDIP Jateng dan DPC Kota Semarang. Dari 100 kursi yang disediakan panitia untuk acara nonton bareng di kantor DPD PDIP Jateng atau yang sering disebut Panti Marhaenis itu, hanya belasan kursi yang terisi.

Sebelumnya, Ketua DPD PDIP Jateng Heru Sudjatmoko menginstruksikan para kadernya agar menggelar syukuran pelantikan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla, secara sederhana agar situasi menjadi lebih kondusif.

“Inti dari syukuran adalah mendoakan kepemimpinan Jokowi-JK berjalan baik dan sesuai dengan amanah rakyat sehingga tidak perlu dirayakan dengan bermewah-mewahan serta hura-hura karena justru berpotensi mengganggu ketertiban umum,” katanya.

Acara pesta rakyat sebagai ucapan syukur atas pelantikan Jokowi-JK juga akan diadakan di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang pada Senin (20/10) malam yang diisi orasi politik, pelepasan 750 lampion, hiburan rakyat, dan “teleconference” dengan Jokowi.

Usai mengucapkan sumpah presiden dan wakil peesiden di hadapan sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang digelar di Gedung MPR, Joko Widodo-Jusuf Kalla resmi menjabat sebagai Presiden ke-7 Indonesia setelah Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Pelantikan Jokowi-JK merupakan agenda tunggal dalam rapat paripurna MPR yang dipimpin ketua MPR Zulkifli Hasan tersebut. Acara pelantikan dimulai pukul 10.00 WIB dan dihadiri 672 dari 682 anggota MPR.

Dalam kesempatan tersebut juga dihari oleh para mantan Presiden diantaranya BJ Habibie, Megawati Soekarno Putri. Sementara mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Alm) diwakili istrinya Shinta Nuriyah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here