jalan tol semarang solo, foto: www.solopos.com

Semarang, Jowonews.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus berusaha mempercepat penyelesaian proyek tol Semarang-Solo. Sekarang pemprov terus berupaya percepatan pada proses pembebasan tanah untuk ruas Bawen-Solo. Sehingga diharap pengerjaan fisik dapat segera dimulai.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo, Selasa (21/10). “Saya memang telah melakukan percepatan pembebasan tanah karena kalau hal itu bisa dilakukan akhir tahun ini maka pembangunan Jalan Tol Bawen-Solo bisa cepat,”ungkapnya.

Menurutnya salah satu upaya percepatan yang dilakukannya adalah mengajak tiga kepala daerah yang wilayahnya terkena proyek pembangunan Jalan Tol Bawen-Solo. Mereka diminta agar mempercepat proses pembebasan tanah.

“Bupati Semarang, Wali Kota Salatiga, dan Bupati Boyolali saya ajak untuk membantu proses pembebasan tanah milik warga yang terkena proyek pembangunan Jalan Tol Bawen-Solo,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Ia menilai bahwa proses pembebasan tanah yang berjalan lama itu berkaitan dengan bagaimana meyakinkan masyarakat agar mau melepas tanah miliknya. Sehingga diperlukan berbagai pendekatan serta penjelasan kepada yang bersangkutan.

“Cuma butuh penjelasan dan pendekatan secara kekeluargaan karena masyarakat sudah rasional serta pasti memahami soal itu,” katanya.

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Jawa Tengah mendesak Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersikap proaktif dalam proses pembebasan tanah yang terkena proyek pembangunan Jalan Tol Bawen-Solo.

Anggota FPKS Hadi Santoso mengungkapkan bahwa proses pembebasan tanah Jalan Tol Bawen-Solo di Kabupaten Semarang yang membutuhkan lahan seluas 276 hektare belum ada perkembangan sama sekali. Di Kota Salatiga sudah dibebaskan tanah seluas 10,06 hektare dari total 14,17 hektare.

“Realisasi pembebasan tanah di Kabupaten Boyolali baru mencapai 9,09 persen atau baru 13,76 hektare yang dibebaskan dari 151,45 hektare,” ujarnya.

Menurut Hadi, perlu diambil langkah-langkah proaktif dari semua pihak yang terkait agar proyek pembangunan Jalan Tol Bawen-Solo segera terealisasi.

“Masyarakat sudah menunggu lama pembangunan Jalan Tol Bawen-Solo dan semakin lambannya proses pembebasan tanah ini justru akan memunculkan spekulan-spekulan baru di tengah masyarakat,” katanya
Konstruksi jalan tol Bawen-Solo yang melintasi Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan Kabupaten Boyolali itu terbagi dalam tiga seksi serta sembilan paket pengerjaan.

Proyek pengerjaan jalan tol Bawen-Solo dengan panjang total 49,81 kilometer itu memerlukan pembebasan lahan sekitar 350 hektare yang berada di 47 desa dan 34 kecamatan.

Ruas jalan tol Bawen-Salatiga sepanjang 17,57 kilometer, Salatiga-Boyolali 24,5 kilometer, dan Boyolali-Kartasura 7,74 kilometer.(AS-JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here