Kota Semarang, foto : idesainisia.com

Semarang, Jowonews.com – Tata kelola pemerintahan yang transparan makin menjadi tuntutan. Warga diberi ruang untuk berpartisipasi dalam tata kelola tersebut, baik melalui usulan, kritikan maupun pengaduan. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pun menyediakan ruang partisipasi warga tersebut dengan membentuk Pusat Pengelolaan Pengaduan Masyarakat (P3M).

Ketua P3M, Agustin Lusin mengatakan, P3M merupakan pengembangan atau perbaikan dari mekanisme yang sebelumnya sudah dimiliki Pemkot yakni Pusat Penanganan Pengaduan Pelayanan Publik (P5). P5 sudah dibentuk sejak tahun 2005.

‘’Perubahan atau perbaikan terhadap mekanisme yang sebelumnya dipakai oleh P5 untuk menyesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Terlebih P5 sudah lama sekali dibentuknya yaitu tahun 2005,’’ ujar Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Semarang tersebut, Senin (27/10/2014).

Perubahan yang dilakukan, lanjut Agustin, menyangkut mekanisme dan organisasi P5. Mekanisme di P5 terlalu rumit, karena terdiri dari 5 Kelompok Kerja (Pokja) dan beranggotakan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Penggunaan teknologi informasi dan medianya juga sudah tidak up to date. Sedangkan mekanisme yang sekarang diterapkan P3M cukup mudah, karena warga yang akan mengadu bisa menggunakan media-media seperti SMS, facebook, twitter atau mengadukan melalui website.

‘’Sekarang yang kita terapkan di P3M sangat simple, cukup dengan SMS atau buka website atau bahkan masih bisa datang langsung ke P3M. Warga juga bisa mengadukan apa saja terkait fasilitas umum ataupun pelayanan publik,’’ kata Agustin.

Dikatakan, proses perubahan mekanisme dan kelembagaan P5 menjadi P3M dilakukan pihaknya bekerjasama denganIndonesia Urban Water, Sanitation dan Hygiene (IUWASH). IUWASH adalah program bantuan hibah dari United State Agency for International Development (USAID) yang telah bekerjasama dengan Pemkot Semarang sejak tahun 2011. (MA-JN03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here