Foto Pemugaran Gedung Sarekat Islam Semarang, foto: www.nationalgeographic.co.id

Semarang, Jowonews.com – Pemugaran bangunan bersejarah eks Gedung Sarekat Islam (SI) di Kampung Gendong, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang masih berjalan sesuai rencana. Progres pemugaran tersebut sudah mencapai 40%.
Koordinator pekerja pemugaran Supriyanto mengatakan, proses pemugaran saat ini sampai pada tahap pengangkatan tiang penyangga. Lantai bangunan akan ditinggikan sehingga tiang penyangga itu akan diangkat setingi 20 centimeter.
‘’Proses pengerjaannya masih sesuai dengan yang dijadwalkan. Karena sampai saat ini progresnya sudah mencapai 40%,’’ katanya ketika menjawab pertanyaan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang melakukan peninjaun ke lokasi kemarin (27/10).
Menurutnya, proses pengerjaan pemugaran gedung yang pernah digunakan Tan Malaka mengajar ini diawali penurunan genting dan konservasi kayu. Sementara lantai bakal dikerjakan di bagian akhir. Pintu depan akan dikembalikan seperti semula. Modelnya akan diganti mirip dengan aslinya.
‘’Gedung ini dulu pernah direnovasi dan daun pintunya diganti. Jadi akan diganti lagi dengan model yang mirip aslinya,’’ terangnya.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam kesempatan itu menanyakan progres ke depannya setelah gedung SI itu dimanfaatkan. Seperti ketersediaan lahan parkir dan sarana prasarana pendukung. Sebab ada usulan bangunan Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Muslim (YKTM), yang berada di samping eks-gedung SI yang sedang dipugar, akan dijadikan tempat parkir bagi pengunjung gedung SI.
Hendi, sapaan akrab wali kota, mengaku akan menyetujui membantu pembuatan lahan parkir dari dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), jika lokasi parkir itu sudah disepakati.
Sementara Yunantyo Adi, anggota Komunitas Pegiat Sejarah (KPS) yang memperjuangkan kelestarian gedung bersejarah, menyambut baik inisiatif wali kota ntuk membantu pembangunan tempat parkir itu. Anggaran hibah Rp600 juta dari APBD Jateng ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng hanya untuk pemugaran. Tapi belum termasuk sarana-prasarana pendukung seperti tempat parkir.
Dia menjelaskan, gedung YKTM sekarang ini sebenarnya sudah tidak dioperasikan oleh yayasan. Tetapi masih ada satu orang penyandang tunanetra yang menumpang tinggal di gedung tersebut. Pihaknya sudah bertemya dengan orang tersebut dan ia tidak keberatan. ‘’Beliau tidak keberatan dibangun parkir. Tapi kami akan tetap sediakan tempat, tidak perlu pindah,’’ katanya. (MA-JN03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here