Kota Semarang, foto : idesainisia.com

Semarang, Jowonews.com – Komisi C DPRD Kota Semarang terkejut dengan progres pembangunan Jalan Jolotundo yang saat ini masih sekitar 40%. Komisi bidang pembangunan pun mendesak Dinas Bina Marga lebih serius melakukan pemantauan dan memberikan peringatan tegas kepada kontraktor agar lebih meningkatkan kinerjanya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Suharsono mengatakan, pesimis proses pembangunan itu bisa selesai sesuai target. Pembangunan tersebut ditargetkan selesai pertengahan Desember. Apalagi saat ini ada beberapa bidang lahan yang belum terbebaskan. Dina Bina Marga harus segera menyelesaikan proses pembebasan lahan agar kontraktor bisa segera menyelesaikan pekerjaannya.

‘’Jika Nopember pekerjaan belum bisa mencapai 70% dari target, kami ragu pembangunan bisa selesai di akhir Desember. Apalagi curah hujan semakin tinggi di bulan November akan bisa menghambat pembangunan,’’ katanya saat melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan Jalan Jolotundo, kemarin.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi C Wachid Nurmiyanto menambahkan, dalam proses pembangunan pengembang harus memperhatikan saluran air di lingkungan sekitar. Jangan sampai proses pekerjaan mengganggu kenyamanan warga.

‘’Di wilayah Jolotundo merupakan daerah cekungan, jadi jika salurannya terganggu bisa menyebabkan banjir di wilayah sekitar. Daripada dikomplain warga, kontraktor harus memperhatikan dan memperbaiki drainase lingkungan,’’ katanya.

Terpisah, Kabid Pemanfaatan Jalan dan Jembatan Dinas Binamarga Kota Semarang. Sukardi menegaskan, saat ini proses pembangunan sudah mencapai 80%. Pihaknya optimistis, proses pembangunan bisa selesai sesuai target. Untuk pembebasan lahan ditarget Nopember akan diselesaikan. (MA-JN03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here