Jl Pandanaran, foto:www.kuliner.panduanwisata.com

Semarang, Jowonews.com – Keberadaan sebuah reklame di sekitar Taman Pandanaran dan videotron di tengah Taman Randusari yang sedang dibangun diprotes. Reklame dan videotron itu dinilai dapat menghalangi keindahan taman. Sehingga membuat pembangunan taman tersebut menjadi percuma.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, saat melakukan tinjauan pembangunan taman-taman oleh Pemkot Semarang, Rabu (29/10/2014). Menurut Pilus, panggilan akrab Kadarlusman, keberadaan reklame dan videotron tersebut harus digeser.
‘’Itu harus digeser ke titik lain sehingga tidak menghalangi orang yang melihat taman. Percuma kalau dibangun tapi tidak bisa dinikati keindahaan dari taman itu,’’ katanya didampingi para anggota Komisi C lainnya saat di lokasi pembangunan Taman Pandanaran.
Keberadaan Taman Pandanaran maupun Taman Randusari berada di pinggir jalan raya. Sehingga orang hanya akan melihatnya sepintas kalau ada reklame. Sedangkan adanya videotron juga membuat konsentrasi orang akan terpecah saat melihat taman. ‘’Orang akan cenderung melihat videotronnya,’’ katanya.
Ditambahkan, pembangunan taman-taman yang sedang dikerjakan Pemkot Semarang ini, juga harus bisa selesai sesuai target waktu. Sejauh ini progresnya sebagian memang masih sesuai schedul. Namun pembangunan taman lainnya juga masih ada yang di bawah target.
‘’Karena itu, Dinas Kebersihan dan Pertamananan harus memperketat pengawasan dan menekan kontraktor pembangun taman, supaya mempercepat pekerjaan dan memastikan pekerjaan sesuai target pertengahan Desember,’’ tegasnya.
Kusnadi, pengawas lapangan CV Tia Citra selaku kontraktor pembangun Taman Pandanaran, mengatakan pembangunan taman sudah mencapai 20,8%. Ini sudah sesuai target bahkan lebih 2% dari yang ditargetkan dalam schedul di bulan Oktober. ‘’Kami akan berusaha keras bisa selesai sebelum Desember,’’ katanya.
Sementara itu, Kabid Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Budi Prakoso menegaskan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait. Pasalnya masalah reklame dan videotron tersebut menjadi domain dinas lainnya. Namun demikian, dirinya setuju reklame dan videotron itu memang mengganggu pemanfaatan taman. (JN03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here