Walikota Semarang Meresmikan BRT Koridor IV tahun lalu foto: www.jateng.tribunews.com
Walikota Semarang Meresmikan BRT  Koridor IV tahun lalu foto: www.jateng.tribunews.com
Walikota Semarang Meresmikan BRT Koridor IV tahun lalu foto: www.jateng.tribunews.com

Semarang, Jowonews.com – Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang Koridor III akan mulai beroperasi pada Sabtu (1/11)/ besok. Sebanyak 10 armada disiapkan untuk koridor III, yang akan melayani rute Pelabuhan Tanjung Emas – Jalan Sultan Agung.

Rencananya, Wali Kota Hendrar Prihadi akan meresmikan langsung pengoperasian BRT Trans Semarang Koridor III pada Rabu (5/11) nanti. Kepala Badan Layanan Umum (BLU) BRT Trans Semarang, Bambang Kuntarso menjelaskan, total ada 12 unit bus yang telah disiapkan untuk koridor III, terdiri 10 siap operasi dan 2 siap guna operasi atau cadangan.

‘’Soft opening koridor III besok (01/11), 10 bus seluruhnya akan langsung beroperasi di rute yang telah ditentukan. Selama dua hari tarif penumpang gratis, sebagai ajang pengenalan atau promosi,’’ katanya Jumat (31/10).

Saat ini sudah ada tiga koridor BRT yang beroperasi, yakni koridor I yang melayani Mangkang-Penggaron, koridor II (Terboyo-Sisemut), dan koridor IV (Cangkiran-Bandara Ahmad Yani-Stasiun Tawang). Setelah koridor III yang melayani rute Pelabuhan Tanjung Emas-Sultan Agung dioperasikan, akan disusul pengoperasian dua koridor baru yang dilakukan pada tahun depan.

Seluruh bus yang disediakan oleh pemenang lelang dengan nilai total sekitar Rp2 miliar itu, akan menempuh rute dengan jarak total panjangnya 56 kilometer. Di sepanjang rute tersebut, telah dibangun shelter tempat tunggu dan naik turun penumpang sejumlah 53 shelter. Terdiri 23 shelter permanen bantuan dari Pemprov Jateng dan 20 shelter dibangun sendiri oleh pemkot.

‘’Pemkot membangun shelter yang dalam jenis portable. Sebenarnya, butuh 56 shelter karena kita membangunnya di setiap jarak (interval) 1 kilometer. Tapi yang 3 shelter permanen lagi akan dibangun menyusul,’’ katanya.

Idealnya, kata Bambang, shelter dibangun di setiap interval 600-800 meter satu bangunan shelter. Namun karena kesulitan dalam menentukan lokasi shelter sehingga hanya 56 shelter. Tapi jumlah itu dinilai sudah mencukupi untuk jarak tempuh BRT sepanjang 56 kilometer.

‘’Kita kesulitan mencari titik lokasi shelter, karena biasanya pemilik bangunan atau lahan di belakang shelter merasa keberatan, meskipun sebenarnya shelter dibangun masih di lahan milik pemerintah,’’ jelasnya.

Untuk ukuran bus sama dengan koridor II dan IV yaitu ukuran sedang dan berwarna merah. Bus ini berkapasitas 20 penumpang duduk dan 22 penumpang berdiri. Tarifnya juga diberlakukan sama, yaitu Rp1.000 untuk pelajar dan Rp3.500 untuk umum. Pada pengoperasian awal okupansi penumpang ditarget bisa mencapai 12% dari total kapasitas. (JN03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here