Beras Miskin. (Foto : VIVA)
Beras
Beras Miskin. (Foto : VIVA)
Beras Miskin. (Foto : VIVA)

Semarang, Jowonews.com – Alokasi beras bagi masyarakat miskin (Raskin) di Jawa Tengah telah habis pada akhir Oktober 2014. Padahal masih tersisa dua bulan lagi, dan banyaknya permintaan dari masyarakat untuk mendapatkan Raskin.

Menurut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengaku akan menyurati Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani untuk mendapatkan alokasi Raskin tambahan. “Kita bisa minta lagi ke pusat, karena memang ada beberapa daerah yang mengajukan permintaan Raskin,” kata dia seusai bertemu Divre Bulog Jateng di ruangannya, Jumat (31/10)..

Sementara, sejumlah daerah yang dinilai masih membutuhkan Raskin yakni berada di daeran Pantai Utara Jawa (Pantura). “Sudah ada beberapa daerah yang meminta, misalnya di Tegal, Pekalongan, Pemalang dan Kendal. Karena di sana ada banyak yang bekerja sebagai nelayan,” kata dia.

Rencananya, dalam waktu dekat pihaknya akan segera mendapatkan tambahan alokasi beras. “Nanti saya akan mengirimkan surat ke kementerian. Dan kemungkinan besarnya akan disetujui oleh pusat,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Kadivre Bulog Jateng, Damin Hartono, mengakui, pada laporan Raskin hingga Oktober 2014 ini sudah tersalurkan 100 persen. “Kami sudah memberikan kepada 2.482.157 rumah tangga sasaran (RTS) yang masing-masing mendapatkan beras 15 kilogram.

Dikatakan Damin, dalam setahun ini, berarti sudah tersalurkan beras sebesar 446.788.260 kilogram. “Bulan Oktober sudah habis Raskinnya karena saat terjadi bencana banjir dan longsor telah kami percepat penyalurannya. Jadi sekarang sudah habis,” kata dia.

Namun demikian, persediaan beras di Jateng masih bisa sampai bulan Agustus 2015. Antisipasi adanya kenaikan harga, pihaknya melakukan operasi pasar. “Biasanya akhir tahun harga berasnaik, tapi sampai sekarang harga belum naik signifikan. Kenaikannya beras medium Rp 7.150 menjadi Rp 7.200 per kilogram,” ungkap Damin.

Pagu anggaran untuk tahun 2015 sudah turun dari Kemenko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK). “Jumlahnya sama dengan pagu pada 2014 lalu. Dan untuk penambahan Raskin bisa terpenuhi kalau disetujui pusat untuk memenuhi permintaan November dan Desember,” pungkasnya. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here