jalan tol semarang solo, foto: www.solopos.com

Semarang, Jowonews.com – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tetap optimis pembebasan lahan tol Bawen-Solo rampung desember mendatang. Saat ini tim pembebasan tanah (tpt) terus melakukan berbagai upaya untuk membebaskan lahan warga yang terkena pembangunan tol.

“Negosiasi terus kami lakukan untuk mempercepat pembebasan lahan milik warga. Tetap optimis target akhir tahun bisa tetap tercapai,” kata Ganjar.

Dia mengakui proses pembebasan lahan pembangunan tol Bawen-Solo masih cukup kecil. Untuk kabupaten Semarang dari 276 hektar pembebasan sudah mencapai 30 persen; kota salatiga dari 14, 17 hektar sudah dibebaskan 76,43 perssen dan kabupaten boyolali dari 151,45 hektar sudah dibebakan 19,94 persen.

Pemprov tidak tinggal diam, dan terus melakukan berbagai upaya untuk percepatan. “Kami jalan terus tapi tidak perlu digembor-gemborkan terlalu kenceng. Saya malah khawatir, nanti makelar justru banyak bermain, justru ciloko,” imbuhnya.

Ganjar tetap optimis, pembebassan lahan rampung akhir desember minimal 75 persen. Dengan begitu, proses pengerjaan fisik bisa segera dikerjakan.

Pihaknya terus menggencarkan proses pembebasan lahan milik warga yang terkena proyek tol Bawen-Solo.

“Upaya percepaan terus dilakukan, terutama negosiasi dengan pemilik lahan. Upaya lainnya rahasia,” tambah Ganjar

Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono mengatakan, pembebasan lahan sudah menunjukan progres. Langkah percepatan terus dilakukan, untuk pembebasan lahan, dengan aksi 50 hari. Ia sudah menginstruksikan bagi tim pembebasan tanah (TPT) bisa aktif dan turun lansung ke bawah.

“Berbagai terobosan terus dilakukan. Memang ada sejumlah titik yang ada persoalan terkait dengan ganti untung pemilih lahan,” imbuhnya.

Selain pembebasan lahan, tanah yang sifatnya controlable atau dibawah kendali pemerintah akan dipercepat ijin pemanfaatanya. Seperti lahan milik PTPN IX seluas 25,9 hektare; tanah bengkok atau kas desa 24,8 hektar serta tanah milik Perusda citra mandiri seluas 13 hektar. Saat ini juga sudah ada setidaknya 2.659 bidang tanah atau 91,45 persen sudah didafarkan di BPN Kabupaten Semarang.

“Tanah yang merupakan milik pemerintah ini akan dimaksimalkan. Jadi optimis bisa rampung 75 persen,” tambahnya.(JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here