jalan tol semarang solo, foto: www.solopos.com

Semarang, Jowonews.com – Gubernur Jawa Tengah masih akan mengkaji rencana penjualan saham PT. Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) di tol Semarang-Solo ruas Semarang-Bawen. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa disiapkan untuk dilakukan.

“Saya masih minta untuk mengkaji. Karena memang kan kita harus setor. Nah pertanyaannya, setornya mau pakai duit rakyat atau tidak. Karena kalau duit rakyat kan APBD, sementara kita hitung keuntungannya baru ada 2023,” kata Gubernur Ganjar Pranowo, Jumat (31/10).

Pihaknya sedang mempertimbangkan, apakah investasi jangka panjang ini akan dipertahankan. Sebab saat ini yang terjadi adalah dilusi atau pengurangan nilai saham, akibat tidak ada setoran penambahan modal.

“Namun saya minta pada Jasa Marga, agar kita masih jadi prioritas. Jadi kalau masih jadi prioritas, masih bisa dinegosiasi,” jelasnya.

Jika pada akhirnya dijual, Ganjar menginginkan minimal investasi yang sudah pernah disetorkan dapat kembali. Ditambahkannya, pihak SPJT telah meminta Gubernur untuk menggelar RUPS Luar Biasa, namun belum dilaksanakan. “Kita sudah bertemu untuk menjadwalkan. Ya kita siap-siap. Karena itu ngurusnya banyak hal. Ada banyak agenda yang harus kita selesaikan,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Kamis (31/10), Dirut PT. SPJT Jateng, Krisdiani Samsi baru-baru ini melakukan rapat dengan Komisi C DPRD Jateng membahas usulan penjualan saham. Rencana dimunculkan karena saham cenderung mengalami dilusi akibat tidak adanya penambahan modal dari pemprov pada tahun ini.

Jalan tol Semarang-Solo dengan panjang keseluruhan ± 72,64 km, terdiri dari lima seksi, adalah milik PT. SPJT dengan saham 40 persen, dan PT. Trans Marga Jateng dengan saham 60 persen. Saham PT. SPJT cenderung menurun, hingga 30 persen, karena pemprov tidak menambah modal. Komisi C mengusulkan tidak dijual semuanya, tapi disisakan 10 persen(JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here