foto : www.semarang.bisnis.com

Semarang, Jowonews.com – Dana untuk normalisasi 128 sungai serta perbaikan tanggul yang tersebar di Jawa Tengah mencapai Rp 127 M. Dari sini terlihat secara umum pemprov sangat siap.

Persiapan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) untuk antisipasi bencana alam banjir yaitu untuk normalisasi sungai, pemprov telah menganggarkan Rp 27 M di APBD 2014. Selain itu, juga masih ada anggaran dari APBN senilai Rp 100 milyar.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jawa Tengah, Prasetyo Budie. Y menggatakan, dana itu dinilai masih kurang untuk normalisasi sungai di Jateng. Saat ini sebagian besar sudah dilakukan normalisasi sebagai antisipasi bencana banjir. Terutama di daerah rawan yang hampir tiap tahun mengalami musibah banjir.

“Beberapa sudah rampung, tapi sebagian masih belum selesai. Memang kami akui dana itu masih tergolong kuran untuk menormalisasi sungai di Jateng,” katanya Senin (3/11).

Balai besar wilayah jawa tengah, sudah melakukan normalisasi dan perbaikan di sejumlah sungai fital untuk antisipasi banjir. Terutama sejumlah sungai yang rusak dan kehilangan fungsinya. Seperti di sungai Juwana Pati dan sepanjang kali di Rembang.

Meski begitu, di lapangan masih seringkali mendapat kendala saat normalisasi. Di juwana pati, terkendala masalah penolakan warga, sedangkan di rembang terkendala banyaknya tower.

“Desember semua ditargetkan bisa rampung, di sejumlah sungai fital. Memang ada sejumlah kendala dan belum bisa terealisai semua. Tapi kami tetap akan bekerja maksimal,” imbuhnya.

Untuk normalisasi ada beberapa hal yang harus dilakukan. Sungai kecil misalnya, kedalaman mestinya harus 1,5 meter; sungai sedang kedalaman harus 2,5 meter serta sungai besar, kedalaman mencapai 7 meter.

Sejumlah sungai di Jateng sudah berhasil dinormalisasi dengan alokasi dana 2014. Mulai dari sungai cisanggarung, comal, blorong, kali juwana, kali wulan, anak-anak kali bengawan solo sampai kali di wilayah Cilacap.

“Upaya kami sudah maksimal, tapi memang belum bisa sepenuhnya menyelesaikan banjir. Karena banjir tidak hanya di badan sungai, tapi persoalan juga di hulu,” tambahnya.(JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here