Ruang Paripurna DPRD Jateng masih kosong

Semarang, Jowonews.com – Sejumlah enam posisi pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD) di DPRD Jawa Tengah dipastikan sudah lowong, namun lobi-lobi masih deadlock. Satu posisi lagi diharapkan dapat dilowongkan. Rapat pimpinan (rapim) Selasa (4/11) disebut hampir mendekati titik temu.

Usai rapim, Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi mengatakan perlu kerelaan dan kebesaran hati dari sejumlah fraksi, untuk mengundurkan diri dari beberapa posisi pimpinan komisi dan badan. Dirinya sebagai ketua tidak dapat ngoyak-oyak pihak lain untuk mundur.

“Kan harus kesadaran sendiri. Tapi mereka sudah mau kok. Sudah ada 6 yang dilowongkan. Harapan kita dengan 6 itu bisa, tapi kalau diminta teman-teman bisa 7, ya seharusnya sudah selesai. Kami memang harus mengayomi semuanya. Ini yang sedang kita upayakan, apakah 6 atau 7 (posisi yang dilowongkan),” jelas Rukma.

Politikus PDI-Perjuangan ini belum membeberkan secara rinci di titik mana saja 6 posisi yang sudah dilowongkan. Namun ia menyebutkan, ada posisi sekretaris, wakil ketua komisi dan wakil ketua badan.

“Ada sekretaris, dan ada wakil ketua yang tidak hanya di badan, namun di komisi juga ada. Untuk komisi D juga ada perubahan, mungkin wakil atau sekretarisnya. Kita belum bicara jauh sampai posisi,” tuturnya.

Namun ia tekankan, tidak ada perubahan pimpinan komisi dari PDI-Perjuangan. Dalam lobi-lobi yang sedang dilakukan saat ini, PDI-P tidak melepas satu pun posisinya. Sebab jumlah pimpinan komisi untuk PDI-P, menurut Rukma, sudah sesuai secara proporsional. Ketika empat fraksi walk out pada rapat paripurna pembentukan alat kelengkapan dewan, PDI-P tidak mengambil tambahan posisi.

“PDI-P kemarin tidak menambah satu pun. Kemarin posisi teman-teman yang walk out pun ditawarkan kepada kami, kami tidak mau. Kami tidak mau ditambah atau dikurangi, proporsional saja dengan perolehan suara. Jadi PDI-P tetap, tidak ada yang berubah,”tukasnya.

Ditegaskan pula, Ketua Komisi C dan D tetap dijabat oleh kader dari fraksinya.

Untuk anggota komisi, menurut Rukma tidak ada perubahan kecuali jika ada kebijakan lain dari fraksi masing-masing untuk menggeser anggotanya. Rukma menargetkan, lobi-lobi dapat selesai hari ini, dan rapat paripurna pembentukan alat kelengkapan dewan dapat dilakukan Jumat mendatang.

“Rapat paripurna targetnya dilakukan minggu ini, mungkin Jumat. Sehingga minggu depan sudah bisa full speed bekerja,” tandasnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Jateng dari Fraksi Gerindra, Agus Priyadi mengatakan, jumlah posisi yang dilepas yang disebutkan enam, masih bisa bergeser, sebab rapim belum sampai titik temu. Namun ditegaskannya, negosiasi berjalan dalam suasana kekeluargaan.

“Kami, pimpinan, sedang mencari titik temunya. Kami mencoba berpikir agar DPRD Jateng bisa segera efektif menjalankan tugas-tugasnya. Problem politik memang ada, tapi hampir mendekati titik temu. Saya kira besok atau lusa, sudah bisa mencapai titik sepakat. Kurang sedikit,” kata Agus, Selasa (4/11).

Titik sepakat yang dimaksud, adalah soal jumlah. “Ini bagian dari upaya kami untuk mencapai titik temu, ya angkanya (enam posisi) masih bisa geser-geser, belum sampai titik temu,” tambahnya.

Terkait berapa sebetulnya jumlah ideal posisi pimpinan komisi dan badan yang dilowongkan, Agus menilai belum saatnya mengungkap hal teknis tersebut. “Saya tidak ingin bicara teknis dulu. Soal jumlah tidak menjadi prioritas,” tegasnya.

Berdasarkan penetapan pimpinan komisi dan badan pada 22 Oktober lalu, empat fraksi yakni PDI-P, PKB, Demokrat dan PPP, telah menempati 19 posisi. PDI-P mendapat 6 termasuk Ketua Komisi C, D dan Badan Kehormatan. PKB mendapat 5, termasuk Ketua Komisi B. Sedangkan Demokrat mendapat 4 termasuk Ketua Komisi E. Begitu pula PPP yang mendapat 4, termasuk Ketua Komisi A.

Dari 19 posisi tersebut, enam posisi telah disepakati untuk dilowongkan, dan kemudian dialokasikan kepada fraksi-fraksi yang belum mendapatkan, yakni Gerind,Golkar,PAN dan PKS. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here