Sidak RSUD Ketileng. (Foto : JN05)
Sidak RSUD Ketileng. (Foto : JN05)
Sidak RSUD Ketileng. (Foto : JN05)
Sidak RSUD Ketileng. (Foto : JN05)

Semarang, Jowonews.com – Pembangunan gedung perawatan kesehatan paru dan jantung RSUD Kota Semarang di Ketileng terancam molor. Hingga saat ini progresnya baru sampai 19,6% padahal harus selesai pertengahan Desember.

 Komisi D DPRD Kota Semarang melakukan sidak ke lokasi untuk melihat langsung kegiatan pembangunan, Selasa (4/11/2014). Dalam sidak komisi yang diketuai oleh Laser Narindo ini meminta kontraktor segera mempercepat penyelesaian pembangunan.

 ‘’Progres pengerjanaan pembangunan gedung ini sangat lamban. Kami mendorong kontraktor untuk segera menyelesaikan kewajibannya,’’ kata Laser Narindo di sela sidak.

Sesuai dengan rencana kerja, pembangunan gedung dua lantai ini harus selesai dalam 150 hari kerja. Dengan anggaran sebesar Rp6,6 miliar batas akhir penyelesaiannya pertengahan Desember.

Sumber anggaran tersebut memang bukan dari APBD Kota Semarang. Namun dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT). Meski demikian, Komisi D memiliki tanggung jawab ikut mengawal proses pembangunan karena kesehatan berada dalam wilayah kerjanya.

‘’Memang anggaran bukan bersumber dari APBD 2014, tapi kami harus mengawal pembangunan sebagai bentuk pengawasan,’’ tegasnya.

 Pihaknya telah meminta kontraktor untuk menambah jumlah tenaga kerja. Selain itu harus menambah jam kerja menjadi dua hingga tiga shift. Dengan penambahan jumlah pekerja dan jam kerja diyakini akan mampu mengejar ketertinggalan proses pembangunan. Karena tahun depan anggaran DBHCT akan kembali dikucurkan tetapi untuk pengadaan alat dan interior. ‘’Progresnnya masih sangat minin, jadi harus dipercepat,’’ tegasnya. (JN06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here