Koalisi Semarang untuk Kendeng melakukan aksi solidaritas warga Rembang yang menolak pembangunan pabrik semen
Koalisi Semarang untuk Kendeng melakukan aksi solidaritas warga Rembang yang menolak pembangunan pabrik semen
Koalisi Semarang untuk Kendeng melakukan aksi solidaritas warga Rembang yang menolak pembangunan pabrik semen
Koalisi Semarang untuk Kendeng melakukan aksi solidaritas warga Rembang yang menolak pembangunan pabrik semen

Semarang, Jowonews.com – Jelang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Rembang, organisasi masa (ormas) Koalisi Semarang untuk Kendeng menggelar aksi demonstrasi di hadapan kantor Gubernuran Jalan Pahlawan, Semarang. Aksi tersebut sebagai dukungan dari masyarakat Semarang yang menolak keberadaan pembangunan semen dari PT Semen Indonesia yang disinyalir hanya merusak lingkungan.

Masa yang menggunakan pakaian hitam dan caping hitam berdiri tegak mengenakan kaos bertuliskan ‘save Rembang’. Mulut mereka ditutup lakban sebagai aksi protes ketidakpedulian pemerintah terhadap para kaum wanita yang melakukan aksi tolak pulang di lokasi peletakan batu pertama pendirian pabrik tersebut.

Koordinator aksi Zaenal Arifin yang juga anggota Lembaga Badan Hukum (LBH) Semarang mengatakan, dukungan moril dilaksanakan lantaran hari ini warga siap membacakan tuntutannya terhadap pendirian pasbrik semen.

Rentetan tindakan represif dari aparat TNI dan Polri kian membuat pilu Koalisi Semarang Untuk Kendeng. Pasalnya, aksi menolak pulang tersebut telah berlangsung selama empat bulan.

“Ini merupakan aksi pertama kita di hari Rabu (5/11). Rabu-rabu selanjutnya kita akan melakukan aksi yang sama sebagai salah satu bentuk solidaritas bahwa pembangunan semen di sana tidak memberikan kontribusi yang baik bagi warga sekitar,” ungkap Zaenal disela orasi.

Keinginan Koalisi Semarang untuk Kendeng berikutnya, kata Zaenal, yakni menarik keluar semua alat berat dari kawasan karst Rembang. Tak hanya itu, seluruh aktifitas pendirian pabrik semen selama proses peradilan berlangsung harus dihentikan.

Selama putusan dalam sidang gugatan di PTUN disahkan hasilnya, sebaiknya PT Semen Indonesia sadar diri untuk tidak menambah runyam masalah.

Terpisah, menanggapi hal tersebut, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan saat ini hal yang paling tepat adalah menunggu putusan dari PTUN. Politikus PDIP itu mengaku sudah memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk menyampaikan aspirasinya mengenai pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia. “Apa pun keputusan dari PTUN, saya akan hormati dan jalani. Itu adalah hal yang terbaik,” tandasnya. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here