Gedung Berlian DPRD Jateng. (Foto : Simpanglima.wordpress)
Gedung Berlian DPRD Jateng. (Foto : Simpanglima.wordpress)

Semarang, Jowonews.com – Anggota FPAN Wahyudin Noor Ali menyampaikan meski 4 Fraksi Gerindra, Golkar, PAN dan PKS sudah menurunkan penawaran hanya minta jatah 4, dari sebelumnya 8 pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD), poros PDIP tetap menolak. Sehingga rapim Jumat (7/11) akhirnya deadlock.

Diketahui, dari 4 pimpinan AKD yang diminta itu masing-masing 2 ketua komisi yang akan diberikan pada Gerindra dan Golkar serta 2 wakil ketua yang akan diberikan pada PAN dan PKS. Lalu 2 ketua dan 2 wakil komisi mana saja yang diincar?. Goyut, begitu biasa Wahyudin Noor Ali disapa tidak mau menjawab pasti. “Tunggu saja perkembangannya,”elaknya.

Namun demikian, ia menghargai PDIP dan PKB sebagai partai terbesar. Yang jelas untuk komisi B sudah jelas untuk PKB, C dan D untuk PDIP. Kami menghargai mereka,”bebernya.

Mencermati pernyataan Goyut, nampaknya yang diinginkan 4 fraksi poros Gerindra adalah ketua komisi A yang oleh poros PDIP diberikan pada PPP dan ketua komisi E yang sekarang ditempati kader Demokrat. Sementara untuk wakil ketua adalah wakil ketua komisi D dan C.

Menurut Wahyudi Noor Ali, terkait persoalan AKD pihaknya sebenarnya hanya ingin proporsional saja. Dari 19 posisi pimpinan AKD, wajar bila parpol yang memiliki kursi lebih banyak, maka akan mendapatkan jatah lebih banyak juga.

Secara berurutan tentu PDIP, PKB, Gerindra, Golkar, PKS, Demokrat, PPP dan PAN. “Saya menghargai dan wajar kalau PDIP dan PKB dapat jatah lebih banyak. Tapi yang lain bagaimana. Masak kursi 8 dapat ketua komisi,”katanya tanpa mau menyebut partai apa yang dimaksud.

“Titik poinnya jangan sampai kalau terjadi walk out kemarin kita yang disalahkan. Semua itu adalah upaya pelurusan dan nyatanya hasil konsultasi ke kemendagri membenarkan upaya kami kan,”imbuhnya. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here