Lapas Sukamiskin , foto: www.news.detik.com

Semarang, Jowonews.com – Kelompok Diskusi Wartawan (KDW) Provinsi Jawa Tengah bersama dengan Forum Wartawan Provinsi dan DPRD Jawa Tengah (FWPJT), minggu ini dipastikan mengirim 2 wartawan ke LP Sukamiskin Jawa Barat (Jabar). Pasalnya, 2 wartawan dikirim secara khusus untuk wawancara dengan mantan bendahara umum Partai Demokrat, M Nazzarudin, yang sekarang jadi terpidana.

Kepastian itu disampaikan Sunu Andhy Purwanto, Ketua Panitia Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘’Sengkarut Korupsi dan Pelaksanaan eKTP’’, disela-sela rapat koordinasi FGD, yang diprakarsai KDW dan FWPJT. Nampak hadir dalam rapat tersebut Ketua FWPJT Teguh Hadi Prayitno (SCTV), Damar (Trans7), Hendry (Koran Jakarta), Haryanto (Media Indonesia) dan beberapa pengurus dan anggota FWPJT lainnya.

“Minggu ini kita pastikan 2 wartawan akan berangkan ke LP Sukamiskin, untuk wawancara M Nazzarudin. Diharapkan M Nazzarudin bersedia memberikan testimoninya terkait korupsi e-KTP,”ungkapnya, tadi siang/ Senin (10/11).

Sementara dari KDW tampak Ketua KDW Saptono (Suara Merdeka), Isdiyanto (Kepala Biro KR Jateng), Rita Hidayati (Koran Wawasan), Insetiyonoto (Solo Pos).

Namun, dengan alasan untuk kebaikan bersama, Sunu tidak mau menyebutkan siapa 2 wartawan yang akan berangkan ke Sukamiskin itu. Termasuk kepastian tanggal berangkatnya.

“Tidak perlu lah kita sebutkan nama teman kita yang akan berangkat. Demi kebaikan bersama,”katanya.

Sunu memastikan, keberangkatan 2 wartawan ke Sukamiskin sudah dikoordinasikan dengan baik. Termasuk dengan pengacara Nazzarudin. Sehingga proses wawancara bisa berlangsung lancar.

Sementara itu, diiskusi yang akan diadakan di Press Room Provinsi Jawa Tengah, Kompleks Kantor Gubernur Jateng itu akan mengundang dan menghadirkan sejumlah pembicara, antara lain Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), LSM MAKI, akademisi, dan wartawan.

‘’Melalui diskusi ini kami ingin menyampaikan kepada masyarakat, sampai sejauh mana proses pelaksanaan e KTP di Jawa Tengah sekaligus mengungkap kejelasan kasus tersebut, apalagi menyangkut orang nomor satu pada pemerintahan di Jawa Tengah,’’ tuturnya.

Menurutnya, melalui FGD tersebut, menjadi ruang bagi pemerintah agar memberikan keterangan kepada masyarakat. Terlebih, pelaksana diskusi adalah kalangan pers yang setiap hari melakukan peliputan di kantor Provinsi Jawa Tengah.

‘’Kami memberikan ruang ini untuk pemerintah memberikan penjelasan kepada masyarakat,’’ katanya.

Pada kesempatan yang sama Ketua KDW Jateng Saptono Joko Sulistyo mengemukakan, diskusi yang digelar bersama antara FWPJT dan KDW akan menjadi ajang komunikasi antar dua organisasi peliputan Pemprov Jateng. Sekaligus, juga menepis adanya dikotomi dua organisasi yang selama ini jarang menggelar diskusi bersama.

’’Ini kesempatan besar bagi pemerintah untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat Jawa Tengah, apalagi melibatkan senior pers di Jawa Tengah,’’ ungkapnya.(JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here