Dr, Arief Mudatsir Mandan

Semarang, Jowonews.com – Dr Arief Mudatsir Mandan (58), Ketua DPW PPP Jateng, meninggal di RS Internasional OMNI, Tangerang, pukul 05.00, hari ini (10/11). Fungsionaris, kader dan simpatisan PPP Jateng berduka. Mereka, kehilangan sosok pengayom yang selama ini berjuang bersama.

Kalangan pengurus teras DPW PPP Jateng saat dihubungi mengatakan kaget, atas meninggalnya tokoh politik yang dikenal santun tersebut. “Beliau politisi yang santun dan punya prinsip kuat dalam menegakkan partai,” kata Bendahara DPW PPP Jateng Drs H Abdul Azis MSi.

Dr Arif Mudatsir terkena serangan jantung yang sudah dipasang tiga ring dari yang mestinya lima ring. Rencana, jenazah akan dimakamkan di Jakarta, Selasa (11/11).

Di saat kisruh PPP saat ini, kata Azis yang juga Ketua FPPP DPRD Jateng ini, Arief Mudatsir masih sibuk menggalang poros PPP untuk menegakkan konstitusi partai, bersama 11 DPW lainnya.

Sampai akhir hayat, almarhum masih konsisten dengan sikap tersebut, meski saat ini PPP pecah menjadi dua kubu antara DPP PPP produk muktamar Surabaya dan DPP PPP produk muktamar Jakarta.

Azis mengaku ketemu terakhir dengan almarhum sehari sebelum Muktamar PPP di Jakarta, saat almarhum mengumpulkan seluruh Ketua DPC dan pengurus DPW untuk menggelar rapim guna menyikapi kisruh di DPP PPP yang berkepanjangan.

“Beliau menyampaikan keprihatinan atas kondisi DPP saat ini,” kata Azis.

Demikian pula dalam berpolitik, lanjut Azis, Arief tak pernah menghabisi lawan-lawan politik, tetapi justru merangkul. Contohnya, saat muswil PPP Jateng 2012, dia bertarung dengan Masruhan Samsurie.

Ketika dia menang, maka semua kekuatan Masruhan tetap dirangkul dan ditempatkan di posisi strategis, sehingga muswil berakhir dengan damai dan harmoni.

“Kita kehilangan figur terbaik PPP,” tambah Wakil Ketua DPW PPP Jateng Istajib AS.

Di mata Istajib, Arief, politisi senior yang punya jaringan luas karena pengalaman organisasinya, seperti pernah menjabat Ketua Alumni PMII Pusat, Ketua PP GP Ansor, pengurus PBNU serta 2 periode di DPRRI, terakhir tahun 2009. Aklmarhum meninggal seorang istri Tina Rosdiana dan dua putra.(JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here