Rukma Setyabudi (Ketua DPRD Jateng). (Foto : Hariansemarang)
Rukma Setyabudi (Ketua DPRD Jateng). (Foto : Hariansemarang)
Rukma Setyabudi (Ketua DPRD Jateng). (Foto : Hariansemarang)
Rukma Setyabudi (Ketua DPRD Jateng). (Foto : Hariansemarang)

Semarang, Jowonews.com—Terkait persoalan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mengaku tidak tahu siapa yang menginjak rem PAD selama ini, sebagaimana dimaksud Gubernur Ganjar Pranowo. Kalau ada anggota dewan yang menginjak rem pun, dirinya juga mengaku tidak tahu.

“Kita tidak tahu. Siapa yang dimaksud gubernur menginjak rem itu. Kalau di dewan ada yang menginjak rem, saya juga tidak tahu. Tanya saja pada gubernur,”ungkap Rukma Setyabudi, Senin (17/11).

Pernyataan itu disampaikan Rukma Setyabudi saat dikonfirmasi terkait pernyataan gubernur bahwa target PAD Jateng selama ini tidak masuk akal. Bahkan dia melihat ada rem yang sengaja diinjak untuk menahan PAD Jateng.

Menurut Rukma, dirinya justru bahagia kalau PAD Jateng meningkat tinggi. Hal itu juga harus didorong oleh dewan. Sebab, kenaikan PAD itu juga untuk pembangunan Jawa Tengah. “Kami tidak mau intervensi, karena kami juga tidak mau diintervensi,”katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, gubernur menilai  bahwa target PAD Jateng selama ini tidak masuk akal. Bahkan dia melihat ada rem yang sengaja diinjak untuk menahan PAD Jateng. “Sejak awal saya memang tidak tahu ekonomi. Tapi kalau PAD segitu (kecil-red),itu tidak masuk akal,”ungkap Ganjar kepada Jateng Pos, Sabtu (15/11) kemarin.

Penilaian target PAD Jateng  tidak masuk akal itu bukan tanpa dasar. “Kalau pendapatan segitu (kecil-rd), dengan aset yang ada itu ya tidak masuk akal,”tandasnya.

Dengan kenyataan target PAD yang kecil tersebut, Ganjar mengungkapkan kalau selama ini ada rem yang diinjak terkait PAD. “Saya melihat ada satu rem yang diinjak. Sekarang kita dorong,”bebernya tanpa menyebutkan siapa yang menginjak rem tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Ganjar saat dikonfirmasi terkait target PAD Jateng pada RAPBD 2015 yang mencapai Rp 11,141 T. Target itu bila dibandingkan target PAD 2014 sebesar  Rp 9.097 T, maka untuk APBD induk 2015 saja, mengalami kenaikan kurang lebih Rp 2,044 T. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here