Rukma Setyabudi (Ketua DPRD Jateng). (Foto : Hariansemarang)
Rukma Setyabudi (Ketua DPRD Jateng). (Foto : Hariansemarang)

Semarang, Jowonews.com – Menanggapi pernyataan Gubernur Ganjar Pranowo. Kalau ada anggota dewan yang menginjak rem PAD Jateng, Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mengaku tidak tahu siapa yang dimaksud menginjak rem Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama ini.

Rukma Setyabudi (Ketua DPRD Jateng). (Foto : Hariansemarang)
Rukma Setyabudi (Ketua DPRD Jateng). (Foto : Hariansemarang)
.

Menurut Rukma, dirinya justru bahagia kalau PAD Jateng meningkat tinggi. Hal itu juga harus didorong oleh dewan. Sebab, kenaikan PAD itu juga untuk pembangunan Jawa Tengah.

“Kami tidak mau intervensi, karena kami juga tidak mau diintervensi,”katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, gubernur menilai bahwa target PAD Jateng selama ini tidak masuk akal. Bahkan dia melihat ada rem yang sengaja diinjak untuk menahan PAD Jateng.

“Sejak awal saya memang tidak tahu ekonomi. Tapi kalau PAD segitu (kecil-red),itu tidak masuk akal,”ungkap Ganjar kepada Jateng Pos, Sabtu (15/11) kemarin.

penilaian target PAD Jateng tidak masuk akal itu bukan tanpa dasar. “Kalau pendapatan segitu (kecil-rd), dengan aset yang ada itu ya tidak masuk akal,”tandasnya.

Dengan kenyataan target PAD yang kecil tersebut, Ganjar mengungkapkan kalau selama ini ada rem yang diinjak terkait PAD.

“Saya melihat ada satu rem yang diinjak. Sekarang kita dorong,”bebernya tanpa menyebutkan siapa yang menginjak rem tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Ganjar saat dikonfirmasi terkait target PAD Jateng pada RAPBD 2015 yang mencapai
Rp 11,141 T. Target itu bila dibandingkan target PAD 2014 sebesar Rp 9.097 T, maka untuk APBD induk 2015 saja, mengalami kenaikan kurang lebih Rp 2,044 T.

Kenaikan itu merupakan prestasi luar biasa dan terbesar dalam 5 tahun terakhir. Dimana rata-rata PAD diproyeksi terlalu rendah dibawah proyeksi riil dari tahun sebelumnya. Sehingga patut diduga selama ini telah terjadi mark down PAD.

Lebih lanjut disampaikan Ganjar, penilaian target PAD Jateng tidak masuk akal itu bukan tanpa dasar. “Kalau pendapatan segitu (kecil-rd), dengan aset yang ada itu ya tidak masuk akal,”tandasnya.

Dengan kenyataan target PAD yang kecil tersebut, Ganjar mengungkapkan kalau selama ini ada rem yang diinjak terkait PAD.

“Saya melihat ada satu rem yang diinjak. Sekarang kita dorong,”bebernya tanpa menyebutkan siapa yang menginjak rem tersebut.

Sekarang dirinya mendorong, supaya PAD bisa dimaksimalkan. Potensi yang ada harus dikembangkan. Sehingga kita berani menarget PAD Rp 11,141 T pada anggaran induk 2015.

“Pokoknya harus sama pencacatan dan pendapatannya, tidak boleh beda,”tegasnya.

Peningkatan target PAD tidak terlepas dari peran BPKP. Beberapa waktu lalu dirinya diingatkan Kepala BPKP Pusat Mardiasmo. Dimana PAD Jateng 2015 dinilai tidak wajar karena ditarget terlalu rendah.

Padahal seharusnya masih bisa ditingkatkan lagi secara maksimal. Jika tidak, ada potensi pendapatan yang hilang.

Berdasarkan catatan Jateng Pos, peringatan dari Mardiasmo disampaikan dalam acara sertijab Kepala BPKP Jateng dan Penandatanganan Kerjasama Pengembangan Menejemen Pemda di lingkungan pemprov Jateng dengan BPKP, Jumat (3/10) lalu.

Saat itu disampaikan paling tidak ada 3 potensi yang bisa ditingkatkan. Diantaranya penerimaan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan pemasukan dari perusda

Merespon peringatan BPKP itu, menurut Ganjar, dirinya langsung bertemu tim anggaran pemprov dan sektor-sektor yang bisa mengasilkan PAD dicermati satu per satu. Langkah itu dilakukan dengan didampingi tim BPKP.

“Yang dicermati ada perusda, pendapatan-pendapatan yang potensial, samsat. Kita juga membenarkan cara pencatatan sesuai sistem akuntansi yang benar,”katanya.

“Selain itu juga ada tim refitalisasi perusda. Lalu dihitung dan dioptimalkan. Hasilnya PAD kita target Rp 11,141 T,”tukasnya.(JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here